REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham mempertanyakan hasil survei Celios yang menempatkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Menko Hilirisasi, Bahlil Lahadalia, sebagai salah satu menteri dengan kinerja terburuk dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Idrus menilai hasil survei tersebut berseberangan dengan fakta dan penilaian yang selama ini diterima Bahlil. Ia bahkan mempertanyakan apakah survei tersebut masih sebatas hasil penelitian atau telah mengarah pada konspirasi politik dan skenario tertentu.
Baca Juga- Korupsi di Tengah Bencana, BNPB Kena Operasi Tangkap Tangan KPK, Uang Rp 1,4 M Disita
- Trump Desak Putin-Zelensky Akhiri Perang, Klaim Gencatan Senjata Dipertanyakan
- Di Persidangan, Saksi Ungkap Fee Rp80 Juta Per Jamaah untuk Sosok Misterius di Kemenag
“Apakah ini survei atau sudah merupakan konspirasi politik. Bahkan lebih jauh itu apakah ini survei atau sudah merupakan sebuah inspirasi gerakan skenario politik,” ujar dia dalam jumpa pers di kawasan Jakarta Pusat, Selasa (13/10/2026).
Idrus juga menyoroti hasil survei Celios yang menurutnya konsisten menempatkan Bahlil sebagai menteri dengan kinerja buruk. Ia menyebut penilaian serupa muncul sejak evaluasi 100 hari pemerintahan Prabowo hingga satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.
“Jadi Celios itu sebagai sebuah lembaga survei konsisten menempatkan Bung Bahlil Lahadalia Menteri ESDM itu sebagai menteri terburuk. 100 hari penilaian masuk terburuk, 1 tahun penilaian masuk terburuk dan 2 tahun ini pada bulan Oktober ini peringkat satu,” katanya.
Lihat postingan ini di Instagram
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika