REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Lukman F Laisa mengatakan, Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung, Jawa Barat, dijadwalkan kembali beroperasi mulai 17 September 2026. Hal itu berdasarkan kesiapan yang disampaikan Angkasa Pura.
"Informasi dari Angkasa Pura untuk Bandara Husein Sastranegara Bandung itu, mereka (Angkasa Pura) sudah siapkan untuk tanggal 17 September beroperasi," kata Lukman dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (1/7/2026).
Baca Juga- Bandara Minangkabau Diperluas, Kapasitas Naik Dua Kali Lipat untuk Dorong Ekonomi Sumbar
- Hampir 7 Juta Penumpang Gunakan Kereta dan LRT untuk Akses Bandara
- Dedi Mulyadi: Pengelolaan Bandara Kertajati 90 Persen Bakal Dipegang Kemenhan
Lukman mengatakan, Kemenhub bersama Angkasa Pura (InJourney Airports) telah melakukan peninjauan terhadap kondisi bandara tersebut. Langkah itu dilakukan untuk memastikan kesiapan operasional sebelum dibuka kembali.
Hasil peninjauan menunjukkan Bandara Husein saat ini, sambung dia, masih melayani penerbangan menggunakan pesawat baling-baling atau propeler. Sehingga diperlukan sejumlah penyesuaian sebelum kembali melayani pesawat jet.
Menurut Lukman, salah satu langkah yang dilakukan yakni meningkatkan kategori Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) dari kategori lima menjadi kategori tujuh agar memenuhi standar operasional pesawat jet. Selain itu, kondisi landasan pacu juga akan diperbaiki melalui pelapisan ulang perkerasan karena selama beberapa waktu terakhir tidak lagi digunakan untuk operasional pesawat jet.
Lukman menyebut, Kemenhub juga menyiapkan penyempurnaan berbagai sistem pendukung di bandara. Termasuk sistem penanganan bagasi, pemeriksaan sinar-X (X-ray), serta sistem pencahayaan agar seluruh fasilitas memenuhi standar keselamatan.
Di sisi operasional, kata dia, Kemenhub telah menyiapkan surat pemberitahuan kepada seluruh pemangku kepentingan mengenai rencana pengoperasian kembali Bandara Husein Sastranegara untuk melayani penerbangan pesawat jet. Lukman menambahkan, pemerintah saat ini mulai memetakan pembagian rute dan menunggu usulan dari maskapai penerbangan.
Hal itu dilakukan sebelum maskapai menetapkan rencana operasional sesuai kebutuhan pasar. "Kita lagi lakukan pembagian rute dan kita akan melihat permintaan dari airline itu mau ke mana aja sih rutenya. Kalau sudah ada permintaan baru kita bisa membuat satu rencana untuk pengoperasian sesuai dengan kondisi yang ada," kata Lukman.
Di sisi lain PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports mempercepat kesiapan operasional Bandara Husein Sastranegara. Nantinya, bandara di tengah Kota Bandung itu tidak hanya melayani penerbangan domestik, melainkan juga rute internasional.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika sumber : Antara