Nasional

Banyuwangi Raih Penghargaan Tata Kelola Transformasi Digital Terbaik dari FEB UGM

REPUBLIKA.CO.ID, BANYUWANGI, – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi, Jawa Timur, meraih penghargaan Gadjah Mada Digital Transformation Governance Index (GM-DTGI) 2026 dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM)....

6 November 2026, pukul 17:45 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, BANYUWANGI, – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi, Jawa Timur, meraih penghargaan Gadjah Mada Digital Transformation Governance Index (GM-DTGI) 2026 dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM). Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan Banyuwangi menjadi yang terbaik pertama dalam tata kelola transformasi digital, khususnya pada implementasi kebijakan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

Penghargaan diserahkan dalam Seminar Nasional bertajuk "Artificial Intelligence untuk Pemerintah Daerah: Mengakselerasi Transformasi Digital dan Peningkatan Kinerja di Tengah Peluang dan Tantangan" di Auditorium MM FEB UGM. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyatakan penghargaan ini merupakan buah dari kerja kolektif seluruh jajaran pemkab.

"Penghargaan ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran Pemkab Banyuwangi untuk menghadirkan transformasi digital, di mana bukan sekadar menghadirkan teknologi, tetapi sebagai instrumen untuk mempercepat pelayanan, memperkuat tata kelola dan memudahkan masyarakat mendapatkan layanan publik," kata Ipuk di Banyuwangi, Jumat.

Menurut Ipuk, penghargaan ini menjadi pengakuan atas komitmen dan kerja bersama seluruh elemen pemerintah daerah dalam membangun tata kelola pemerintahan yang semakin efektif, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik. Transformasi digital di Banyuwangi dibangun secara berkelanjutan melalui penguatan regulasi, integrasi sistem, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pengembangan berbagai layanan digital yang terhubung hingga tingkat desa.

"Transformasi digital harus memberikan manfaat bagi masyarakat, oleh karena itu kami terus mendorong integrasi layanan, memperkuat tata kelola data, meningkatkan kapasitas aparatur dan memastikan inovasi digital yang dikembangkan benar-benar menjawab kebutuhan warga," ujarnya.

Ipuk juga menyampaikan terima kasih atas apresiasi dan dukungan pemerintah pusat yang memberikan kepercayaan pada Banyuwangi atas komitmen dalam melaksanakan digitalisasi secara berkelanjutan. Salah satu bentuk kepercayaan tersebut adalah penunjukan Banyuwangi sebagai percontohan digitalisasi Bantuan Sosial (Bansos) melalui aplikasi Portal Perlinsos.

"Ini adalah sebuah kepercayaan yang berharga, di mana Banyuwangi menjadi model 'laboratorium hidup' transformasi digital pemerintahan daerah untuk menciptakan sistem perlindungan sosial yang lebih baik secara nasional," katanya.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara
Lihat di situs asli

Berita terkait