REPUBLIKA.CO.ID, CIMAHI -- Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kota Cimahi, Jawa Barat menemui kendala karena minimnya ketersediaan lahan. Sejauh ini baru satu gerai koperasi yang sudah terbangun 100 persen dan menunggu lampu hijau untuk beroperasi.
KDKMP yang sudah terbangun itu berada di kawasan Kampung Adat Cireundeu, Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi dari total 15 kelurahan di Kota Cimahi. Sedangkan sisanya belum terbangun karena terkendala lahan.
Baca Juga- Pertanyakan Gaji ASN via KDMP, Sultan HB X: Jangan Nebak-Nebak karena Itu Menyangkut Kehidupan Orang
- Ekonom Soroti Dampak MBG dan KDMP terhadap Usaha Kecil
- Viral Duo Sejoli Pilih Menikah Sederhana di Mal Pelayanan Publik di Kota Cimahi
"Yang sudah selesai gerainya satu. Sisanya memang sampai sekarang untuk 14 kelurahan kami itu kesulitan untuk memenuhi lahan yang 1.000 meter persegi," kata Sekretaris Dinas Perdagangan Koperasi UMKM dan Perindustrian Kota Cimahi, Emir Faisal saat konfirmasi, Kamis (22/10/2026).
Dirinya mengatakan, sejak awal Pemkot Cimahi bersama 15 kelurahan yang ada di Kota Cimahi sudah berupaya untuk mencari dan menyiapkan lahan 1.000 meter persegi untuk pembangunan gerai koperasi yang digagas Presiden Prabowo Subianto itu. Namun memang luas wilayah Cimahi yang terbatas meniadi kendalanya.
"Kalau kami sekarang sedang menunggu tahap kedua yang infonya ada prototype yang luasnya di bawah 1.000 meter. Kalau untuk yang 1.000 meter baru itu saja satu karena keterbatasan lahan dan udah dilaporkan terus (ke pemerintah pusat)," ungkap Emir.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika