Nasional

Basarnas Bali Susun Rencana Kontingensi Antisipasi Kecelakaan Pesawat

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR, – Kantor Basarnas Bali menyusun rencana kontingensi kecelakaan pesawat untuk mengantisipasi tingginya aktivitas penerbangan di Pulau Dewata. Langkah ini diambil sebagai wujud kesiapsiagaan komprehensif yang melibatkan 80...

16 Oktober 2026, pukul 17:30 WIB · dibaca 1 kali

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR, – Kantor Basarnas Bali menyusun rencana kontingensi kecelakaan pesawat untuk mengantisipasi tingginya aktivitas penerbangan di Pulau Dewata. Langkah ini diambil sebagai wujud kesiapsiagaan komprehensif yang melibatkan 80 peserta dari berbagai unsur terkait di wilayah Bali Selatan.

Kepala Kantor Basarnas Bali, I Nyoman Sidakarya, menegaskan bahwa kesiapsiagaan tidak boleh dibangun setelah kejadian terjadi. "Harus kita persiapkan sebelum kejadian, melalui perencanaan yang matang, koordinasi yang kuat, sumber daya yang siap, serta pemahaman yang sama dari seluruh unsur yang terlibat," ujarnya dalam keterangan yang diterima di Denpasar, Jumat.

Latar Belakang Padatnya Lalu Lintas Udara

Penyusunan rencana kontingensi ini dilatarbelakangi oleh padatnya lalu lintas udara di Bali. Bandara I Gusti Ngurah Rai mencatat sebanyak 143.312 pergerakan pesawat sepanjang tahun 2025. Selain penerbangan komersial, peningkatan mobilitas helikopter untuk kepentingan bisnis dan wisata turut menjadi perhatian serius dalam pemetaan wilayah rawan kedaruratan.

"Rencana kontingensi bukan sekadar dokumen, tetapi merupakan kesepakatan dan komitmen bersama tentang tugas, peran, sumber daya, serta mekanisme koordinasi yang harus dilaksanakan ketika terjadi kecelakaan pesawat udara," tegas Sidakarya.

Skenario dan Penguatan Koordinasi

Forum tersebut akhirnya memfokuskan skenario kedaruratan dengan mengambil pemodelan pesawat hilang dari radar di perairan Serangan, Denpasar Selatan. Basarnas Bali memetakan skenario ini secara mendalam untuk memperkuat koordinasi operasional serta memastikan pembagian tugas antar-lembaga berjalan cepat dan tepat.

Para peserta juga mendapat pembekalan teknis dari dua narasumber Direktorat Operasi Pencarian dan Pertolongan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) pusat. Sidakarya menyebut kehadiran jajaran pusat dalam penyusunan rencana kontingensi ini menegaskan pentingnya sinkronisasi prosedur penanganan musibah di tingkat daerah maupun nasional.

Perwakilan Direktur Operasi Basarnas, Retno Budiharto, memberikan penekanan khusus terkait implementasi dokumen kontingensi usai kegiatan berakhir. "Kami berharap dengan adanya dokumen rencana kontingensi ini setelah ditandatangani masing-masing bisa melakukan peran dan tugasnya dan ke depannya dapat lebih terkoordinasi, solidaritas, kolaborasi, dan lainnya bisa lebih baik, khususnya sinergisitas seluruh potensi SAR di Kantor SAR Denpasar," tuturnya.

Ia berharap dokumen rencana kontingensi kecelakaan pesawat ini mampu meminimalkan risiko jatuhnya korban jiwa sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan sarana prasarana SAR di Pulau Dewata.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara
Lihat di situs asli

Berita terkait