Nasional

Batam Blackout, Listrik Hingga Air Mati, BP Batam: Butuh 6--9 Jam Pemulihan

REPUBLIKA.CO.ID, BATAM -- Badan Pengusahaan (BP) Batam, Kepulauan Riau (Kepri), menyebut pemulihan distribusi air bersih pascagangguan listrik membutuhkan waktu sekitar enam hingga sembilan jam setelah instalasi pengolahan air kembali beroperasi. Anggota/Deputi...

13 Oktober 2026, pukul 05:50 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, BATAM -- Badan Pengusahaan (BP) Batam, Kepulauan Riau (Kepri), menyebut pemulihan distribusi air bersih pascagangguan listrik membutuhkan waktu sekitar enam hingga sembilan jam setelah instalasi pengolahan air kembali beroperasi.

Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam Ariastuty Sirait mengatakan mayoritas dari delapan Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) yang terdampak telah kembali beroperasi, namun normalisasi air masih berjalan bertahap.

Baca Juga

“Belum sepenuhnya pulih karena normalisasi air berbeda dengan listrik. Membutuhkan waktu 6-9 jam untuk mengalir ke masyarakat. Namun, saya terinformasi ada daerah yang sudah mengalir, ada yang belum. Sedang didata,” kata Ariastuty saat dihubungi di Batam, Selasa.

Ia menjelaskan, meskipun pasokan listrik dari PLN telah kembali digunakan untuk mengoperasikan instalasi, gangguan pelayanan masih dapat terjadi di sejumlah wilayah.

Pihaknya juga akan terus melakukan koordinasi dengan PLN terkait informasi terbaru. Berdasarkan informasi dari Air Batam Hilir (ABH), gangguan aliran listrik PLN di Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Duriangkang 5 pada Selasa sekitar pukul 09.30 WIB hingga lewat pukul 11.00 WIB menyebabkan aliran air mengecil atau terhenti di sejumlah kawasan.

Wilayah terdampak meliputi KDA, Legenda, Buana Vista, Bukit Raya, Bida 3, GNC, Batu Besar, Sambau, Teluk Mata Ikan, dan sekitarnya.

Loading... sumber : Antara
Lihat di situs asli

Berita terkait