REPUBLIKA.CO.ID, BATAM -- Badan Pengusahaan (BP) Batam, Kepulauan Riau (Kepri), menyebut pemulihan distribusi air bersih pascagangguan listrik membutuhkan waktu sekitar enam hingga sembilan jam setelah instalasi pengolahan air kembali beroperasi.
Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam Ariastuty Sirait mengatakan mayoritas dari delapan Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) yang terdampak telah kembali beroperasi, namun normalisasi air masih berjalan bertahap.
Baca Juga- Batam: Listrik Mati, Air Habis, Kabut Menguar
- Mati Listrik di Batam, PLN Batam: Ada Hewan Liar Masuk Gardu Induk
- Listrik Pulih, Distribusi Air Bersih di Batam Bertahap, Butuh Waktu 9 Jam
“Belum sepenuhnya pulih karena normalisasi air berbeda dengan listrik. Membutuhkan waktu 6-9 jam untuk mengalir ke masyarakat. Namun, saya terinformasi ada daerah yang sudah mengalir, ada yang belum. Sedang didata,” kata Ariastuty saat dihubungi di Batam, Selasa.
Ia menjelaskan, meskipun pasokan listrik dari PLN telah kembali digunakan untuk mengoperasikan instalasi, gangguan pelayanan masih dapat terjadi di sejumlah wilayah.
Pihaknya juga akan terus melakukan koordinasi dengan PLN terkait informasi terbaru. Berdasarkan informasi dari Air Batam Hilir (ABH), gangguan aliran listrik PLN di Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Duriangkang 5 pada Selasa sekitar pukul 09.30 WIB hingga lewat pukul 11.00 WIB menyebabkan aliran air mengecil atau terhenti di sejumlah kawasan.
Wilayah terdampak meliputi KDA, Legenda, Buana Vista, Bukit Raya, Bida 3, GNC, Batu Besar, Sambau, Teluk Mata Ikan, dan sekitarnya.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika sumber : Antara