JAKARTA — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI memperkuat program pengentasan kemiskinan berbasis pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha mikro bagi para mustahik. Upaya tersebut dilakukan dengan menggandeng Yayasan Sarana Bina Nusantara (Sabana Foundation) untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan kualitas program ZChicken.
Penguatan kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Baznas RI dan Sabana Foundation di Jakarta, Kamis (5/11/2026). Melalui kolaborasi tersebut, sebanyak 200 penerima manfaat ZChicken di berbagai wilayah akan mendapatkan pendampingan usaha secara lebih komprehensif.
Baca Juga- Kemenhaj Buka Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Daerah 2027, Ini Persyaratannya
- MMA IMPACT Indonesia 2026 Sukses Perkuat Kemampuan Pemasar Ciptakan Nilai Bisnis
- Sering Kebangun Tengah Malam karena Gerah? Bisa Jadi Kamu Korban Perubahan Iklim
Ruang lingkup kerja sama meliputi edukasi zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya (ZIS-DSKL), pelatihan, permodalan, sertifikasi halal, hingga penguatan branding dan akses pasar. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing sekaligus keberlanjutan usaha para mustahik.
Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid mengatakan, kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pemberdayaan ekonomi umat, khususnya pelaku usaha mikro. Menurut dia, kemitraan dengan Sabana Foundation memiliki nilai tambah karena didukung jaringan usaha dan sistem pembinaan yang telah berkembang.
"Bagi kami ini adalah sebuah kebahagiaan, kebahagiaan dari kerja samanya, kebahagiaan dari pemberdayaan umat, khususnya bagi pengusaha-pengusaha mikro," ujar Sodik seusai penandatanganan MoU di Kantor Baznas, Jakarta, Jumat (6/11/2026).
Dia menjelaskan, jaringan Sabana dapat mendukung kepastian rantai pasok usaha, mulai dari mutu produk, kelancaran distribusi bahan baku, hingga keberlanjutan bisnis para penerima manfaat.
Dr Ir H Sodik Mudjahid, M.Sc, Ketua Baznas RI - (dok pribadi)
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika