Nasional

Film Desember Jani Jadi Refleksi Luka Tiga Generasi yang Mau Belajar Mencoba

JAKARTA — Perjalanan sebuah keluarga tidak pernah benar-benar sederhana. Di balik pintu rumah yang tertutup, sering kali tersisa ruang sunyi yang menyimpan tanya, luka kecil yang dibiarkan mengering sendiri,...

6 November 2026, pukul 06:58 WIB · dibaca 0 kali

JAKARTA — Perjalanan sebuah keluarga tidak pernah benar-benar sederhana. Di balik pintu rumah yang tertutup, sering kali tersisa ruang sunyi yang menyimpan tanya, luka kecil yang dibiarkan mengering sendiri, serta percakapan-percakapan tertunda yang kerap luput dari pelukan.

Potret inilah yang menyeruak ketika Palari Films secara resmi merilis trailer dan poster film terbaru mereka, Desember Jani. Kisah yang mengangkat dinamika keluarga ini hadir membawa angin segar sekaligus cermin bagi keseharian kita. Terlebih, film panjang garapan sutradara Ariani Darmawan ini baru saja menorehkan prestasi melenggang ke kancah internasional lewat ajang Tokyo International Film Festival (TIFF) ke-39 dalam kompetisi Asian Future, serta sukses membawa pulang penghargaan Special Mention.

Baca Juga

Dalam trailer resminya, Desember Jani memotret perempuan dari tiga generasi yang bernaung di bawah satu atap yang sama. Mereka adalah Oma yang hangat diperankan oleh Tutie Kirana, Winnie si ibu tunggal yang dimainkan secara emosional oleh Sigi Wimala, serta dua anak perempuannya yakni Julia yang diperankan oleh Hyori Mika dan si bungsu Jani yang dibawakan dengan penuh penghayatan oleh Chempa Puteri.

Suasana rumah langsung terasa kontras ketika Julia pergi meninggalkan rumah tanpa pamit, memaksa Jani menyimpan rahasia besar dan memilih antara tetap bungkam demi sang kakak atau bersuara kepada ibunya. Bagi aktris muda Chempa Puteri, momen peluncuran trailer tersebut menjadi sebuah titik emosional yang mendalam dalam perjalanan hidupnya.

Membintangi peran utama pertamanya di layar lebar menghadirkan gelombang perasaan yang luar biasa. Saat menyaksikan cuplikan adegan demi adegan yang bergulir di hadapannya, ada rasa haru yang tak mampu ia bendung lagi.

"Mencapai titik ini, itu benar-benar sebuah mimpi aku yang terwujud,” ujarnya di Jakarta pada Kamis (5/11/2026).

Perjalanan Chempa di dunia akting telah dimulai sejak ia berusia lima tahun. Berkat dukungan penuh dari ayah dan ibunya yang selalu menguatkan di setiap langkah, ia mampu melewati berbagai tantangan hingga akhirnya berdiri di titik pencapaian tertingginya saat ini.

Di sisi lain, Desember Jani juga menjadi penanda kembalinya Sigi Wimala ke layar lebar setelah sekian lama vakum. Memerankan Winnie, seorang ibu tunggal yang harus menjadi tulang punggung keluarga sekaligus menanggung rasa bersalah atas kepergian anak sulungnya, Sigi mengaku banyak belajar dari karakter tersebut. Menurutnya, konflik dalam keluarga sering kali bermula dari komunikasi yang keliru akibat kelelahan fisik sehari-hari.

"Sebagai orang tua tunggal, Winnie harus jadi segalanya di rumah. Pulang kerja sudah capek, dan capek itu sering keluar dalam bentuk marah. Bukan karena tidak peduli. Yang sebenarnya ingin dia bilang cuma, 'Ibu khawatir sama kamu,'" kata Sigi. Dia berpesan agar para orang tua di luar sana bisa lebih berdamai dengan diri sendiri, mengingat lelah adalah hal yang manusiawi dan kesalahan dalam berbicara adalah bagian dari proses belajar.

Konferensi pers peluncuran trailer dan poster film Desember Jani di Jakarta pada Kamis (5/11/2026). - (Dok. Republika/Qommarria Rostanti)

 

Loading...
Lihat di situs asli

Berita terkait