Nasional

BEI Imbau Investor Saham Tetap Rasional dan Cermati Fundamental

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengingatkan para investor untuk tetap bersikap rasional dalam mengambil keputusan investasi. Investor diminta mencermati fundamental pasar dan perusahaan serta mengedepankan orientasi investasi...

16 Oktober 2026, pukul 06:58 WIB · dibaca 1 kali

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengingatkan para investor untuk tetap bersikap rasional dalam mengambil keputusan investasi. Investor diminta mencermati fundamental pasar dan perusahaan serta mengedepankan orientasi investasi jangka panjang.

“Untuk investor, sekali lagi, kalau kami dari bursa kan beberapa kali menyampaikan bahwa long-term view-nya dari investor itu harus lebih pada long-term orientation,” ujar Direktur Pengembangan BEI Iding Pardi kepada wartawan di Jakarta, Jumat (16/10/2026). Langkah ini penting untuk menjaga stabilitas portofolio di tengah fluktuasi pasar.

Baca Juga

Iding mengimbau para investor supaya tidak terbawa arus pergerakan pasar dalam mengambil keputusan jual maupun beli saham. Investor diharapkan mendasarkan keputusan investasi pada kondisi fundamental perusahaan dan pasar secara rasional.

Ia mengatakan, penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dapat menjadi momentum bagi investor untuk melihat lebih dalam kondisi fundamental pasar maupun perusahaan yang sahamnya diperdagangkan di bursa. Evaluasi mendalam ini akan membantu meminimalkan risiko kerugian.

Menurutnya, pemahaman terhadap fundamental perusahaan menjadi salah satu pertimbangan penting bagi investor untuk menentukan strategi investasi, terutama ketika pasar saham mengalami tekanan. Keputusan yang matang akan melindungi aset investor dari kepanikan sesaat.

Selain itu, ia mengingatkan investor untuk tidak mengambil keputusan investasi hanya karena mengikuti tindakan investor lain atau merespons pergerakan harga saham dalam jangka pendek. Kedisiplinan dalam berinvestasi menjadi kunci utama menghadapi dinamika bursa.

“Sekali lagi buat investor, ya, bertindak secara rasional, jangan ikut-ikutan, jangan jual atau beli karena pergerakan jual atau beli benar-benar karena fundamental dari market, fundamental dari perusahaan,” kata Iding.

Dalam kesempatan ini, Iding menekankan pentingnya orientasi investasi jangka panjang agar investor dapat mengambil keputusan secara lebih terukur dengan mempertimbangkan kondisi dan prospek perusahaan. Perencanaan yang baik akan memberikan hasil yang lebih optimal di masa depan.

Dengan demikian, investor diharapkan tidak hanya berfokus pada fluktuasi IHSG, namun juga melakukan penilaian terhadap fundamental secara komprehensif. Analisis yang mendalam akan memandu langkah strategis di pasar modal.

Berdasarkan data penutupan perdagangan sesi I di BEI pada Jumat (16/10/2026), IHSG ditutup melemah 630,78 poin atau 10,76 persen ke posisi 5.233,00. Indeks sempat mengalami trading halt selama 30 menit pada pembukaan perdagangan karena melemah 469,86 poin atau 8,01 persen ke posisi 5.393,92.

 

Loading... sumber : ANTARA
Lihat di situs asli

Berita terkait