Nasional

Belarus Minta RI Pasok 14 Ribu Ton CPO dan 120 Ribu Ton Kakao per Tahun

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Belarus secara resmi meminta Indonesia untuk memasok 14.000 ton crude palm oil (CPO) dan 120.000 ton kakao setiap tahunnya. Permintaan ini membuka peluang ekspor baru serta...

30 Juni 2026, pukul 22:45 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Belarus secara resmi meminta Indonesia untuk memasok 14.000 ton crude palm oil (CPO) dan 120.000 ton kakao setiap tahunnya. Permintaan ini membuka peluang ekspor baru serta kerja sama pertanian yang lebih luas antara kedua negara.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan hal tersebut setelah melakukan pertemuan di Jakarta pada Selasa. Pertemuan itu melibatkan Dmitry Lukashenko, putra Presiden Belarus Alexander Lukashenko, dan Menteri Pertanian dan Pangan Belarus Yuri Gorlov.

"Mereka meminta 14.000 ton CPO. Mereka juga membutuhkan kakao, sekitar 10.000 ton sebulan, atau 120.000 ton per tahun," kata Amran kepada wartawan usai pertemuan.

Peluang Ekspansi ke Eropa

Amran menekankan bahwa tingginya permintaan kakao dari Belarus memberikan peluang bagi Indonesia untuk memperluas ekspor ke pasar Eropa. Menanggapi hal ini, pemerintah bergerak cepat dengan mempercepat program penanaman kakao skala besar di beberapa daerah untuk meningkatkan pasokan di masa depan.

Kerja Sama Mekanisasi Pertanian

Di luar perdagangan komoditas, Indonesia dan Belarus juga tengah menjajaki kerja sama di bidang mekanisasi pertanian. Indonesia berambisi memanfaatkan keahlian Belarus dalam memproduksi mesin pertanian berat untuk memodernisasi sistem pertanian dalam negeri.

Amran menjelaskan bahwa kemitraan ini juga diharapkan dapat memfasilitasi transfer teknologi, sehingga mampu meningkatkan produktivitas dan efisiensi operasional pertanian. Kerja sama ke depan akan diimplementasikan melalui skema business-to-business (B2B) dan government-to-government (G2G).

Pertemuan ini merupakan yang kedua kalinya antara Amran dan Dmitry Lukashenko, setelah diskusi pendahuluan pada 1 Desember 2025. Kedua belah pihak menyatakan optimisme bahwa kemitraan ini akan memperluas kerja sama perdagangan bilateral, investasi, dan teknologi.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara
Lihat di situs asli

Berita terkait