Nasional

Bertemu OJK dan Direksi Baru BEI, Dasco Minta Perkuat Tata Kelola Bursa

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menerima jajaran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan direksi baru Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk membahas penguatan tata kelola pasar modal....

18 Juni 2026, pukul 14:57 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menerima jajaran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan direksi baru Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk membahas penguatan tata kelola pasar modal. Dalam pertemuan tersebut, Dasco menekankan pentingnya pengawasan dan reformasi integritas agar bursa semakin kredibel dan kompetitif.

Dasco mengatakan koordinasi dilakukan untuk memastikan perbaikan tata kelola di lingkungan pasar modal berjalan lebih optimal. “Pada sore hari ini kami kedatangan dari Otoritas Jasa Keuangan, dari pengurus atau direksi Bursa Efek Indonesia yang baru. Kami barusan sudah melakukan koordinasi dan kemudian diskusi yang panjang bagaimana kemudian OJK yang baru dan direktur Bursa yang baru untuk membenahi tata kelola bursa sehingga lebih baik ke depannya,” kata Dasco di kompleks parlemen Senayan, Kamis (18/6/2026).

Baca Juga

Menurutnya, DPR juga meminta agar pengawasan yang dilakukan OJK dapat diperkuat sehingga menghasilkan tata kelola yang lebih baik. “Untuk itu, kami tadi sudah sampaikan kepada pihak OJK agar kemudian dalam pengawasan juga bisa lebih baik ke depannya dan beberapa kesepakatan-kesepakatan baru bahwa kami dapatkan titik temu untuk tata kelola bursa yang lebih baik ke depannya,” ujar Dasco.

Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi menyampaikan, OJK telah menetapkan tujuh direktur baru BEI setelah melalui proses seleksi. “Kami sesuai tadi seperti beliau tadi sampaikan bahwa tadi kami sudah berkoordinasi dan juga kami dalam kesempatan yang sangat baik ini menyampaikan bahwa Otoritas Jasa Keuangan telah memilih 7 Direktur Bursa Efek Indonesia dari 4 paket yang mengajukan kepada OJK,” kata Friderica.

Ia menjelaskan, terdapat 28 kandidat yang mengikuti fit and proper test sebelum akhirnya dipilih tujuh direktur untuk mengisi masing-masing bidang. Friderica menegaskan OJK meminta jajaran direksi baru berkomitmen menjaga keberlanjutan reformasi integritas di pasar modal.

“Dan ini semua kita harapkan dan juga kita minta mereka untuk berkomitmen untuk memberikan yang terbaik untuk pengembangan bursa efek ke depan, mengedepankan tata kelola dan melanjutkan reformasi integritas di pasar modal,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama BEI periode 2026–2030, Jeffrey Hendrik, mengatakan jajaran direksi baru akan melanjutkan agenda reformasi yang telah berjalan beberapa bulan terakhir. “Bahwa kami direksi Bursa Efek Indonesia periode 2026-2030 pertama tentu akan melanjutkan reformasi pasar modal yang sudah kita lakukan 4 bulan terakhir ini ya dan kemudian juga komitmen kami untuk terus meningkatkan transparansi dan integritas serta tata kelola di Bursa Efek Indonesia,” kata Jeffrey.

Selain itu, BEI juga akan fokus pada pendalaman pasar dari sisi permintaan (demand) maupun pasokan (supply) agar daya saing pasar modal nasional meningkat. “Sehingga ke depannya potensi Bursa Efek Indonesia untuk menjadi bursa kelas dunia yang setara dengan bursa-bursa besar di dunia akan dapat kita wujudkan segera,” katanya.

Lihat di situs asli

Berita terkait