Nasional

BFI Finance Perkuat Kualitas Pembiayaan, Laba Tumbuh 12,5 Persen

  TANGERANG SELATAN — Di tengah dinamika ekonomi dan tantangan industri pembiayaan, PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFI Finance) terus mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan bisnis. Hingga September 2026, perusahaan...

30 Oktober 2026, pukul 12:46 WIB · dibaca 0 kali

 

TANGERANG SELATAN — Di tengah dinamika ekonomi dan tantangan industri pembiayaan, PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFI Finance) terus mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan bisnis. Hingga September 2026, perusahaan berfokus menjaga kualitas pembiayaan dan pengelolaan risiko sebagai bagian dari upaya mempertahankan ketahanan finansial serta keberlanjutan bisnis.

Tantangan daya beli masyarakat dan dinamika pasar keuangan menuntut perusahaan pembiayaan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, kualitas aset, pengelolaan risiko, dan efisiensi operasional. Dalam menghadapi kondisi tersebut, BFI Finance terus beradaptasi dengan mengelola portofolio secara prudent, melakukan diversifikasi pembiayaan, serta mengoptimalkan proses bisnis untuk menjaga efisiensi dan kualitas kinerja.

Baca Juga

“Strategi kami berfokus pada penerapan manajemen risiko yang disiplin dan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran pembiayaan. Kami juga terus melakukan diversifikasi portofolio dan mengoptimalkan proses bisnis melalui otomatisasi untuk menjaga efisiensi operasional, dengan tetap memperhatikan kualitas pembiayaan,” ujar Sutadi, Presiden Direktur BFI Finance.

Dari strategi tersebut, BFI Finance berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 1,3 triliun, tumbuh 12,5 persen secara tahunan (year-on-year atau yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 1,2 triliun. Pertumbuhan laba bersih ini didorong oleh kenaikan total pendapatan yang mencapai Rp 5,2 triliun atau sebesar 3,6 persen secara tahunan, serta efisiensi operasional dan perbaikan biaya kredit (cost of credit) yang berkelanjutan.

Upaya akselerasi kinerja perusahaan pada kuartal III-2026 juga tercermin dari nilai penyaluran pembiayaan baru (new booking) yang meningkat sebesar 9,1 persen secara kuartalan (quarter-on-quarter atau QoQ), mencapai Rp 5,6 triliun. Peningkatan penyaluran pembiayaan ini terutama ditopang oleh segmen produktif Modal Kerja yang menyumbang Rp 3,7 triliun atau naik 9,0 persen secara kuartalan, serta segmen Investasi sebesar Rp 970,1 miliar atau naik 19,1 persen secara kuartalan. Selain itu, permintaan pada lini pembiayaan kendaraan bekas (used car dan motorcycle) juga tetap tinggi. Total piutang pembiayaan yang dikelola (managed receivables) sepanjang Januari–September 2026 mencapai Rp 26,8 triliun.

Pembiayaan dengan jaminan kendaraan bermotor, baik roda empat maupun roda dua, masih menjadi kontributor terbesar dalam portofolio pembiayaan BFI Finance, dengan porsi 58,1 persen hingga akhir September 2026. Pembiayaan mobil melalui showroom rekanan berkontribusi sebesar 18,5 persen, diikuti pembiayaan alat berat dan mesin sebesar 14,4 persen, serta pembiayaan dengan jaminan sertifikat properti dan kategori lainnya sebesar 9,0 persen.

Dari sisi kualitas pembiayaan, rasio pembiayaan bermasalah (non-performing financing atau NPF) tercatat sebesar 1,33 persen secara bruto dan 0,21 persen secara neto pada kuartal III-2026. Angka tersebut berada di bawah rata-rata industri perusahaan pembiayaan yang masing-masing mencapai 3,04 persen secara bruto dan 0,83 persen secara neto berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Agustus 2026. Capaian ini mencerminkan kualitas portofolio pembiayaan yang tetap terjaga di tengah dinamika industri.

Ketangguhan fundamental bisnis BFI Finance turut tecermin dari rasio profitabilitas yang unggul. Return on Asset (ROA) perusahaan selama sembilan bulan tercatat naik menjadi 8,7 persen, dengan Return on Equity (ROE) meningkat menjadi 15,8 persen.

Dari sisi pendanaan secara kuartalan, perusahaan berhasil menekan cost of fund menjadi 6,8 persen atau turun tipis dari 6,9 persen pada kuartal sebelumnya. Sementara itu, gearing ratio tetap terjaga pada tingkat 1,1 kali. Ketahanan ini memberikan ruang kapitalisasi yang luas untuk mendukung ekspansi bisnis pada masa mendatang.

Total ekuitas BFI Finance kini berada pada posisi yang semakin kokoh, yakni sebesar Rp 11,4 triliun atau meningkat 4,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

BFI Finance juga terus menjaga likuiditas dan pengelolaan pendanaan untuk mendukung kelangsungan operasional serta pemenuhan kewajiban keuangan. Sebagai bagian dari komitmen tersebut, perusahaan telah melunasi Obligasi Berkelanjutan VI Tahap I Tahun 2024 Seri B yang jatuh tempo pada 25 September 2026.

“Ke depan, kami akan terus mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran pembiayaan, menjaga kualitas portofolio, dan memperkuat efisiensi operasional. Kami meyakini bahwa disiplin manajemen risiko dan pengelolaan bisnis yang berkelanjutan merupakan fondasi penting untuk menjaga kepercayaan para pemangku kepentingan,” tutup Sutadi.

Lihat di situs asli

Berita terkait