REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG, – Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan (BKHIT) Sumatera Selatan (Sumsel) memperkuat sinergi dengan PT IPC Terminal Peti Kemas Area Palembang untuk mempercepat logistik ekspor komoditas unggulan asal provinsi tersebut. Langkah ini diambil guna mengatasi berbagai tantangan logistik melalui koordinasi yang lebih erat antar pemangku kepentingan.
Kepala BKHIT Sumsel, Sri Endah Ekandari, di Palembang, Senin (29/6), menyatakan bahwa sinergi ini merupakan langkah strategis untuk membangun komunikasi yang lebih intensif. Pihaknya juga membuka ruang untuk mendengarkan masukan dari pengirim komoditas (shipper) maupun pemangku kepentingan lainnya.
“Tantangan logistik ekspor hanya dapat diatasi melalui koordinasi dan kerja sama yang baik antara pemerintah, operator pelabuhan, perusahaan pelayaran, serta pelaku usaha,” ujar Sri Endah.
Kinerja Ekspor Meningkat Signifikan
Menurut Sri Endah, perkembangan layanan ekspor berbagai komoditas unggulan yang dilalulintaskan ke mancanegara oleh petugas BKHIT Sumsel terus menunjukkan tren positif. Data terbaru mencatat adanya peningkatan signifikan dalam penerbitan sertifikat ekspor.
Sepanjang tahun 2025, BKHIT Sumsel menerbitkan 3.978 sertifikat ekspor, atau meningkat 36,4 persen dibandingkan tahun 2024 yang berjumlah 3.030 sertifikat. Sementara itu, untuk periode Januari hingga Juni 2026, telah diterbitkan sebanyak 1.002 sertifikat ekspor.
Komoditas ekspor unggulan Sumsel didominasi oleh karet lempeng, kelapa bulat, Palm Kernel Expeller (PKE), kayu olahan, minyak kelapa mentah, pakan hewan, kopi, santan, dan produk hilirisasi perkebunan lainnya. Negara tujuan utama ekspor meliputi Tiongkok, India, Vietnam, Malaysia, dan Singapura.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
Ikuti Whatsapp Channel Republika sumber : antara