Nasional

Kemdiktisaintek dan UMS Gelar PASTI-Q1, Dorong Dosen Indonesia Tembus Jurnal Internasional Q1

SOLO -- Direktorat Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)...

29 Oktober 2026, pukul 06:59 WIB · dibaca 0 kali

SOLO -- Direktorat Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id menyelenggarakan Workshop Penulisan Artikel Submit to Journal International Q1 (PASTI-Q1) Tahun 2026. Kegiatan berlangsung pada 27–30 Oktober 2026 dan dipusatkan di Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS.

Workshop ini merupakan program pembekalan bagi dosen-dosen di Indonesia agar mampu menghasilkan artikel ilmiah yang memenuhi standar jurnal internasional bereputasi kuartil satu (Q1). Materinya meliputi strategi menyusun naskah yang kuat, penajaman argumen dan kebaruan penelitian, teknik penulisan akademik berstandar tinggi, hingga kiat menembus jurnal Q1.

Workshop resmi dibuka pada Rabu pagi (28/10/2026) oleh Direktur Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan, Prof Heri Kuswanto bersama Rektor UMS, Prof Harun Joko Prayitno. Dalam sambutannya, Heri Kuswanto menekankan bahwa arah publikasi ilmiah dosen Indonesia kini harus bergeser dari kuantitas ke kualitas. Bukan lagi sekadar banyaknya artikel yang terbit, melainkan mutu dan reputasi jurnal tempat karya itu dimuat.

Ia juga membuka peluang seluas-luasnya bagi talenta-talenta baru dari berbagai perguruan tinggi untuk tampil sebagai pelopor publikasi bereputasi di Indonesia. Karena itu, Ditjen Risbang mendorong para dosen untuk menargetkan jurnal internasional bereputasi Q1. Agenda PASTI-Q1 menjadi salah satu langkah konkret untuk mempercepatnya.

Rektor UMS Prof Harun Joko Prayitno, juga menyampaikan pesan senada. Ia menegaskan pentingnya publikasi ilmiah di jurnal bereputasi sebagai cermin mutu riset perguruan tinggi.

“Dampak riset tidak cukup diukur dari sitasi semata. Hasil penelitian sebaiknya juga melahirkan produk yang mampu dihilirisasi dan dikomersialisasi, sehingga manfaatnya sampai ke masyarakat dan dunia industri. Semoga kegiatan ini dapat menjadi wadah untuk saling belajar dan berkolaborasi dosen Indonesia,” harap Harun.

Workshop diikuti lebih dari 70 dosen yang berasal dari lebih 50 perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Peserta datang dari beragam jenis institusi, mulai dari universitas negeri dan swasta, institut, politeknik, sekolah tinggi, hingga akademi komunitas. Sebaran asal peserta membentang dari Aceh hingga Sulawesi. Di antaranya Universitas Syiah Kuala, Universitas Malikussaleh, Universitas Sriwijaya, Universitas Riau, Universitas Jambi, Universitas Bengkulu, Institut Teknologi Sumatera, dan Politeknik Negeri Batam.

Dari Pulau Jawa hadir antara lain dosen Universitas Diponegoro, Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Telkom, dan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Peserta dari Kalimantan dan Sulawesi berasal dari Universitas Tanjungpura, Universitas Mulawarman, Politeknik Negeri Tanah Laut, dan Universitas Tadulako. UMS sebagai tuan rumah turut mengirimkan delapan dosennya.

Peserta didampingi jajaran narasumber dan fasilitator yang kompeten dari Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Sebelas Maret (UNS), dan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya. Salah satunya Dr. Ir. Grandprix Thomryes Marth Kadja dari Divisi Kimia Anorganik dan Fisik FMIPA ITB. Ia tercatat memiliki 182 publikasi terindeks Scopus dengan h-index Scopus 34, serta meraih Achmad Bakrie Award XX 2024 kategori Ilmuwan Muda. Grandprix juga pernah dinobatkan ITB sebagai dosen muda dengan publikasi Q1 terbanyak periode 2019–2022.

Hadir pula Maria Mardalena Martini Kaisar, Kepala Departemen Parasitologi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Unika Atma Jaya. Lulusan doktoral Leiden University Medical Center, Belanda, ini merupakan anggota Tim Pakar Nasional publikasi ilmiah Direktorat Bina Talenta tahun 2026. Karya terbarunya terbit di jurnal seperti Lancet Microbe dan Vaccine.

Rangkaian workshop dijadwalkan berakhir pada Kamis sore (29/10/2026). Melalui dua hari pendampingan intensif, para dosen diharapkan pulang membawa naskah yang lebih matang dan siap dikirim ke jurnal internasional bereputasi Q1. Lebih dari itu, jejaring yang terbangun antarpeserta dan para pakar diharapkan berlanjut menjadi kolaborasi riset lintas kampus, sejalan dengan dorongan Ditjen Risbang agar publikasi dosen Indonesia kian berkualitas dan berdampak. 

Lihat di situs asli

Berita terkait