JAKARTA—Apabila Allah meridhai seseorang, Dia akan mencintai dan meridhainya bahkan menjadikan yang bersangkuta.
Sebaliknya, apabila Allah membenci Anda, manusia pun akan membenci dan tidak menyukai Anda. Orang yang dibenci Allah akan mendapatkan hukuman-Nya.
Baca Juga- Keluarga yang Diinginkan Alquran: Bagaimana Seharusnya Anak Laki-laki yang Ideal?
- Keluarga yang Diinginkan Alquran: Cerminan Anak Gadis Terhormat Penyejuk Hati
- Keluarga yang Diinginkan Alquran: Suami Benteng dan Langit, Istri Laksana Bumi Tempat Berpijak
Salah satu hukuman yang paling berat dan menyakitkan adalah ketika seorang hamba tidak lagi mendapatkan perhatian dari Allah.
Bayangkan jika Anda memiliki seseorang yang sangat Anda cintai, tetapi kemudian orang itu tidak lagi memandang Anda, tidak memberikan perhatian, dan tidak memedulikan Anda. Bagaimana perasaan Anda?
Tentu saja, Allah Mahatinggi dan tidak ada sesuatu pun yang menyerupai-Nya. Namun, bayangkan bagaimana jadinya jika Allah berpaling dari Anda, tidak lagi memberikan perhatian kepada Anda, membuat Anda melupakan diri sendiri, dan membiarkan Anda bergantung sepenuhnya pada amal perbuatan Anda. Bagaimana keadaan Anda saat itu?
Terlebih lagi pada hari kiamat, ketika manusia berada dalam keadaan paling sulit, menghadapi situasi paling genting, dan menyaksikan berbagai kedahsyatan.
Pada saat itu, Anda mendapati Allah berpaling dari Anda, tidak memandang Anda, dan tidak berbicara kepada Anda.
Hal itu pasti akan terjadi. Allah akan berpaling dari sebagian manusia dan tidak memandang mereka. Itulah kehilangan, hukuman, dan kesengsaraan yang sangat berat. Siapakah orang-orang yang kehilangan kesempatan tersebut? Siapakah orang-orang yang celaka itu?
Rasulullah SAW bersabda:
ثَلاثَةٌ لا يُكَلِّمُهُمُ اللَّهُ يَومَ القِيامَةِ ولا يُزَكِّيهِمْ، قالَ أبو مُعاوِيَةَ: ولا يَنْظُرُ إليهِم، ولَهُمْ عَذابٌ ألِيمٌ: شيخٌ زانٍ، ومَلِكٌ كَذّابٌ، وعائِلٌ مُسْتَكْبِرٌ.
Artinya: “Ada tiga golongan yang tidak akan diajak bicara oleh Allah pada hari kiamat dan tidak akan disucikan oleh-Nya.” Abu Muawiyah menambahkan, “Allah tidak akan memandang mereka. Mereka akan mendapatkan azab yang pedih, yaitu orang tua yang berzina, penguasa yang pendusta, dan orang miskin yang sombong.” (HR Muslim)
Yang dimaksud dengan syekh pezina adalah seseorang yang telah lanjut usia, rambut dan janggutnya telah memutih, tetapi masih berani melakukan perbuatan zina dan melanggar kehormatan orang lain.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika