Nasional

BRIN Bakal Perkuat Riset Prediksi Kebakaran Hutan dan Lahan

Kepala BRIN Arif Satria akan perkuat riset prediksi kebakaran hutan dan lahan gambut pada masa mendatang.

27 Oktober 2026, pukul 22:15 WIB · dibaca 0 kali

Nasional Peristiwa BRIN Bakal Perkuat Riset Prediksi Kebakaran Hutan dan Lahan CNN Indonesia Rabu, 28 Okt 2026 05:15 WIB Bagikan: URL berhasil disalin Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria menyebut akan memperkuat riset prediksi kebakaran hutan dan lahan sebagai langkah antisipasi karhutla ke depan. (CNN Indonesia/ Dela Naufalia) Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria menyebut akan memperkuat riset prediksi kebakaran hutan dan lahan sebagai langkah antisipasi karhutla ke depan.

"Sehingga kita punya kemampuan apa yang akan terjadi 3 bulan, 6 bulan di kemudian hari terkait dengan karhutla ini. Jadi kemampuan kita memprediksi ini saya kira sangat penting sekali," ujar Arif usai rapat dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (27/10).

Lihat Juga :Kepala BRIN: Tepung Singkong untuk Padamkan Karhutla Siap Diuji Coba

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Arif mengatakan salah satunya adalah langkah antisipasi dengan melakukan riset mengenai model perambatan api guna mencegah karhutla ke depan.

Menurutnya, penelitian itu juga sedang berlangsung di titik lokasi karhutla saat ini. Prabowo memerintahkannya untuk melakukan riset penanganan karhutla, mulai dari riset jangka pendek, menengah, hingga panjang.

"Kemudian dengan berbagai perguruan tinggi kita akan coba yang terkait dengan bagaimana memprediksi eh kebakaran hutan itu sendiri," ujarnya.

Arif mengatakan dalam penanganan jangka pendek, khususnya karhutla yang tengah berkecamuk di Indonesia, BRIN berkolaborasi dengan sejumlah stakeholder terkait melakukan operasi modifikasi cuaca.

"Dan kemudian sejumlah wilayah juga sudah turun hujan, dan ini adalah sebuah berkah yang patut kita syukuri," katanya.

Lihat Juga :22 Hari Karhutla di Kawasan Karst Pangkep, Api Belum Padam

Arif juga mengungkap riset tepung berbahan baku singkong untuk memadamkan api karhutla juga telah rampung dan siap dilakukan uji coba lapangan.

Ia mengatakan salah satu kendalanya selama ini adalah kekurangan material ammonium polyphosphate (APP) yang tak tersedia dilakukan Indonesia, sehingga bahan baku itu pun harus diimpor dari luar negeri.

"Selama ini kalau tidak menggunakan bahan itu, memang sering kali tepung singkong itu menggumpal gitu ya. Jadi dengan dengan bahan itu kemudian bisa dibuat lebih sempurna untuk meningkatkan efektivitas untuk pemadaman api," katanya.

(fra/mnf) Bagikan: URL berhasil disalin
Lihat di situs asli

Berita terkait