LONDON — Sebanyak 0,1 persen orang terkaya di dunia atau sekitar 8 juta orang, memproduksi polusi karbon lebih besar dibandingkan 3,5 miliar orang termiskin di dunia. Hal itu diungkap Oxfam dalam laporannya yang dirilis pada Selasa (28/10/2026).
Menurut Oxfam, satu orang kaya yang tergabung dalam kelompok 0,1 persen berkontribusi hampir 400 kali lebih besar terhadap gelombang panas ekstrem saat ini dibandingkan seseorang yang berada dalam 50 persen kelompok termiskin di populasi global. Kelompok orang terkaya yang termasuk dalam kalangan 0,1 persen memproduksi polusi karbon lebih dari tiga kali lipat jumlah polusi yang dihasilkan seluruh penduduk Afrika sub-Sahara.
Baca Juga- Rusia Lepas Puluhan Ton Emas, China Justru Membeli, Apa Dampaknya bagi Harga Emas Dunia?
- Mojtaba Khamanei Ungkap Persyaratan Berakhirnya Perang usai Pertemuan dengan Negara Pakta Makkah
- Partai Palestina Raih Lonjakan Kursi, Netanyahu Terancam Kehilangan Kekuasaan
Laporan Oxfam turut mengungkapk bahwa satu persen dari orang terkaya di dunia bertanggung jawab atas 20 persen pemanasan global sejak tahun 1990. Mereka menghasilkan emisi per kapita 100 kali lebih tinggi daripada separuh populasi termiskin di dunia.
Oxfam memperkirakan bahwa emisi yang diproduksi satu persen orang terkaya dalam setahun dapat menyebabkan 1,9 juta kematian tambahan akibat panas. Sekitar 78 persen dari kematian tersebut diproyeksikan terjadi di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah ke bawah—kelompok negara yang hanya menyumbang delapan persen dari total emisi global.
Laporan Oxfam lebih lanjut memproyeksikan bahwa emisi yang dihasilkan satu persen kelompok terkaya akan menimbulkan kerugian ekonomi hampir sebesar 53 triliun dolar AS pada 2050. Oxfam menyebut, penerbangan dengan pesawat atau jet pribadi merupakan contoh konkret dari ketimpangan produksi karbon antara orang terkaya dan termiskin di dunia.
Menurut Oxfam, polusi karbon dari dua detik penerbangan jet pribadi setara dengan jumlah polusi karbon yang dihasilkan satu orang dari separuh populasi termiskin di dunia dalam kurun waktu satu tahun. “Meskipun kelompok sangat kaya bertanggung jawab atas porsi polusi karbon yang tidak proporsional, justru masyarakat biasalah yang menanggung beban terberat akibat banjir, kebakaran, dan kelaparan yang ditimbulkannya,” ungkap Oxfam dalam laporannya, dilaporkan Anadolu Agency.
Oxfam turut memperingatkan bahwa perubahan iklim dapat menyebabkan perpindahan hingga 1 miliar orang—sekitar 10 persen dari populasi global—menjelang tahun 2050. Sebagian besar diperkirakan terjadi di negara-negara Global Selatan.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika