REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Peneliti Astrofisika Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof Thomas Djamaluddin menyebutkan, serpihan benda langit misterius yang jatuh di kawasan perkebunan kelapa sawit di wilayah Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah (Kalteng), berasal dari China. Dari hasil identifikasi, serpihan itu merupakan bekas roket ZhuQue-2E (ZQ-2E).
Menurut Thomas, serpihan benda yang ditemukan pada Senin (19/10/2026) tersebut merupakan sampah antariksa. Benda itu memasuki kembali atmosfer Bumi dan jatuh di wilayah Indonesia pada Ahad (19/10/2026).
Baca Juga- BRIN Ungkap Gizi Ikan Sidat, Pabrik di Cilacap Sudah Mengelola Sejak 2018
- Kepala BRIN Klaim Vape 100 Persen Picu Diabetes dan 92 Jenis Penyakit Paru
- DPD RI Gandeng BRIN dan ICMI, Siapkan Regulasi AI hingga Perubahan Iklim
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika sumber : Antara