Nasional

BSG Gencarkan Literasi Keuangan, 125 Ribu Pelajar di Sulutgo Miliki Tabungan SimPel

REPUBLIKA.CO.ID, MANADO, – PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulawesi Utara dan Gorontalo (BSG) terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan dengan menyasar generasi muda. Hingga semester I 2026, tercatat 125...

28 Agustus 2026, pukul 21:15 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, MANADO,

PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulawesi Utara dan Gorontalo (BSG) terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan dengan menyasar generasi muda. Hingga semester I 2026, tercatat 125 ribu rekening Simpanan Pelajar (SimPel) telah dibuka dengan total volume simpanan mencapai Rp48,5 miliar.

Direktur Umum BSG Joubert Dondokambey di Manado, Jumat, menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar menghimpun dana pihak ketiga (DPK). "BSG bukan sekedar mengejar bisnis, namun memberikan edukasi sehingga mampu mencetak generasi muda Sulut yang makin cerdas secara finansial," ujarnya.

Kolaborasi dengan 1.200 Sekolah

Program ini merupakan bagian dari Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan) yang didukung penuh oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sejak awal tahun, sebanyak 1.800 siswa dan masyarakat telah teredukasi dan memiliki rekening tabungan melalui kegiatan yang tersebar di belasan titik di Sulawesi Utara dan Gorontalo.

Pembukaan rekening dilakukan melalui kerja sama langsung antara bank dan sekolah. Saat ini, BSG telah bermitra dengan 1.200 sekolah di wilayah Sulutgo untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan. "Pembukaan rekening kami lakukan melalui kerja sama antara sekolah dengan bank," jelas Joubert.

Aturan Satu Rekening untuk Satu Siswa

Kepala OJK Sulutgo Robert Sianipar menjelaskan bahwa Tabungan Simpel memiliki ketentuan khusus. Setiap siswa hanya diperbolehkan memiliki satu rekening di satu bank yang sama dan tidak diperkenankan untuk rekening bersama (join account). Penarikan, penyetoran, dan pemindahbukuan dapat dilayani di sekolah maupun seluruh channel bank sesuai kebijakan yang berlaku.

Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menambahkan bahwa menabung bukan sekadar menyisihkan uang, melainkan bentuk latihan kedisiplinan dan pembentukan karakter bangsa. Pemerintah Provinsi Sulut bersama lembaga keuangan seperti BSG berkomitmen mendampingi mimpi anak-anak menuju Indonesia Emas 2045.

Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang dirilis OJK dan Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, indeks literasi keuangan di daerah ini mencapai 69,98 persen, sementara indeks inklusi keuangan berada di angka 94,37 persen.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara
Lihat di situs asli

Berita terkait