REPUBLIKA.CO.ID, MANADO, – Jajaran pemasyarakatan di Sulawesi Utara terus berupaya membentuk karakter dan mendorong perubahan perilaku warga binaan melalui program pembinaan yang terarah. Hal ini ditegaskan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Utara, Haposan Silalahi, saat melakukan kunjungan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Manado pada Jumat.
Haposan Silalahi menyebutkan bahwa program pembinaan merupakan bagian penting dalam membentuk karakter, meningkatkan kesadaran, serta mendorong perubahan perilaku warga binaan pemasyarakatan (WBP). Tujuan utamanya adalah agar mereka dapat kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik.
"Program pembinaan menjadi bagian penting dalam membentuk karakter, meningkatkan kesadaran, serta mendorong perubahan perilaku WBP agar dapat kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik," kata Haposan.
Pihaknya menegaskan komitmen untuk memastikan seluruh program pembinaan berjalan secara terarah, konsisten, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pembinaan kepribadian diberikan melalui berbagai kegiatan yang bertujuan meningkatkan aspek mental, spiritual, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kesadaran hukum WBP.
Sementara itu, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Manado, Krisman Ziliwu, memastikan bahwa pembinaan kepribadian tidak hanya menjadi kegiatan rutin, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi perubahan sikap dan perilaku warga binaan. "Kami terus melakukan evaluasi agar setiap program pembinaan dapat berjalan optimal,” ujar Krisman.
Krisman menegaskan bahwa Lapas Manado akan terus berupaya menghadirkan pembinaan yang humanis, terarah, dan berkelanjutan. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen untuk mewujudkan sistem pemasyarakatan yang semakin berkualitas.
Dia berharap, dengan pola pembinaan kepribadian yang berjalan baik, WBP mampu meningkatkan kualitas diri, memiliki kesadaran untuk memperbaiki perilaku, serta mempersiapkan diri untuk kembali menjalani kehidupan secara positif di tengah masyarakat.
Menurut Krisman, kunjungan Kakanwil juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas pemasyarakatan di Lapas Manado. "Melalui monitoring secara langsung, diharapkan pelaksanaan pembinaan dapat terus ditingkatkan sehingga memberikan dampak positif terhadap proses reintegrasi sosial WBP," katanya menambahkan.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
Ikuti Whatsapp Channel Republika sumber : antara