REPUBLIKA.CO.ID, MAJALENGKA -- Sebanyak 179 sekolah dari berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Majalengka saat ini masuk dalam program revitalisasi. Program itu diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan, terutama bagi sekolah-sekolah yang masih membutuhkan perbaikan sarana dan prasarana.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, Muhamad Umar Ma’ruf, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di Majalengka. Menurutnya, program revitalisasi sekolah menjadi langkah nyata kolaborasi pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mendukung tersedianya fasilitas pendidikan yang lebih layak.
Baca Juga- Pemkab Bandung Dukung Revitalisasi Sekolah dan Digitalisasi Pembelajaran
- Pemkab Bandung Manfaatkan Eks RSUD Soreang untuk Sekolah
- Bangunan Sekolah Ambruk, Siswa SDN 3 Cihirup Kuningan Belajar di Mushola Bergantian
“Semoga program nasional tersebut dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak sekolah di Kabupaten Majalengka yang memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kelayakan fasilitas belajar,” ujarnya di sela peninjauan hasil revitalisasi sekolah dan penerapan pembelajaran interaktif di SDN Majalengka Wetan VII, Kabupaten Majalengka, Kamis (15/10/2026).
Ia menambahkan, revitalisasi tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik. Namun juga harus mendukung proses pembelajaran yang lebih efektif, interaktif, dan berkualitas.
Kepala Bidang Sekolah Dasar, Joko Setiyono menambahkan, kegiatan revitalisasi sarana dan prasarana SDN Majalengka Wetan VII berupa pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) dan rehabilitasi sejumlah bangunan sekolah. Selain itu, pengadaan perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) guna menunjang kegiatan belajar mengajar.
“Revitalisasi sudah selesai, anggarannya Rp 1,127 miliar,” terang Joko.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika