Nasional

Dari Brownies Legendaris hingga Minuman Kekinian, TikTok GO Bantu UMKM Jangkau Konsumen

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Perubahan perilaku konsumen dalam menemukan produk makanan dan minuman mendorong pelaku usaha kuliner memanfaatkan platform digital untuk memperluas pasar. Konten video pendek, rekomendasi kreator, hingga fitur pencarian...

14 Oktober 2026, pukul 07:43 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Perubahan perilaku konsumen dalam menemukan produk makanan dan minuman mendorong pelaku usaha kuliner memanfaatkan platform digital untuk memperluas pasar. Konten video pendek, rekomendasi kreator, hingga fitur pencarian lokasi dan voucher kini menjadi alternatif bagi pelaku usaha untuk mengubah ketertarikan konsumen menjadi kunjungan ke gerai dan pembelian produk.

Pengalaman tersebut terlihat dari perjalanan Amanda Brownies dan Suweger dalam memanfaatkan TikTok GO by Tokopedia. Kedua merek kuliner lokal dengan karakter bisnis berbeda ini menggunakan platform tersebut untuk menjangkau konsumen lintas generasi, memperkenalkan produk, dan mendorong penjualan melalui gerai fisik.

Amanda Brownies, yang memulai usaha keluarga di Bandung pada 1999, kini memiliki 150 gerai yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Merek ini mempertahankan cita rasa yang menjadi ciri khasnya sembari memperluas jangkauan kepada konsumen muda melalui konten digital.

Manager Marketing Amanda Brownies, Hilda Nathania, mengatakan produknya memiliki kedekatan emosional dengan konsumen lintas generasi.

“Dulu ibu saya yang menyuguhkan Amanda untuk saya, sekarang saya yang membelikan untuk anak saya,” ujar Hilda.

Sejak 2020, Amanda Brownies aktif mengembangkan konten di TikTok, termasuk melalui kolaborasi dengan kreator makanan dan gaya hidup. Menurut data perusahaan, lebih dari 40 ribu video organik buatan pengguna telah menampilkan produk Amanda Brownies dengan total tayangan lebih dari 500 juta kali.

Amanda Brownies kemudian memanfaatkan TikTok GO by Tokopedia sejak Juli 2026. Melalui fitur penanda lokasi (tag location) dan voucher, perusahaan membantu konsumen menemukan gerai sekaligus mencoba produk yang mereka lihat di konten digital.

Hilda mengatakan, konsumen yang tertarik dengan penawaran dalam konten, termasuk promosi pembelian berkelompok (group-buy), terkadang langsung mengunjungi gerai pada hari yang sama atau keesokan harinya.

“Setelah bergabung dengan TikTok GO by Tokopedia, kami melihat konsumen yang tertarik pada penawaran dalam konten kami, termasuk promo group-buy, biasanya datang ke outlet pada hari yang sama atau paling lambat keesokan harinya. Kami tidak menyangka proses konversinya bisa seefisien dan secepat itu,” kata Hilda.

Berdasarkan data internal Amanda Brownies, penjualan voucher online meningkat lebih dari 80 persen pada Agustus–September 2026, atau dua bulan pertama setelah perusahaan bergabung dengan TikTok GO by Tokopedia. Saat ini, Amanda Brownies juga mengoperasikan sembilan pabrik dan mempekerjakan lebih dari 2.000 karyawan di seluruh Indonesia.

Sementara itu, Suweger memanfaatkan platform digital untuk mengembangkan produk sekaligus membaca selera konsumen muda. Merek minuman asal Surabaya ini berdiri pada 2019 atas inisiatif tiga mahasiswa tingkat akhir yang ingin menghadirkan minuman segar dengan harga terjangkau bagi mahasiswa.

Dari satu gerai di Sukolilo, Suweger kini berkembang menjadi sekitar 14 gerai di Surabaya dan Sidoarjo. Sejak 2021, perusahaan aktif menggunakan TikTok melalui konten komedi dan hiburan untuk membangun interaksi dengan konsumen.

Chief Marketing Officer Suweger, Muhammad Ghiyats Humam, mengatakan perusahaan tidak hanya melihat jumlah penayangan konten, tetapi juga respons konsumen terhadap produk yang mereka perkenalkan.

“Melalui TikTok GO by Tokopedia, kami tidak hanya melihat apakah konten kami ramai atau banyak ditonton. Kami juga ingin tahu apakah setelah melihat konten, orang menjadi tertarik dengan produknya dan akhirnya mencoba. Karena itu, kami terus belajar format seperti apa yang paling relevan untuk audiens Suweger,” ujar Ghiyats.

Pada 2026, Suweger mulai mengeksplorasi TikTok GO by Tokopedia melalui program afiliasi, flash sale, kolaborasi kreator, dan siaran langsung (LIVE). Perusahaan juga memperluas kerja sama dengan kreator berskala kecil, termasuk kreator nano.

Salah satu pemanfaatan platform tersebut terlihat dalam pengembangan Thai Tea Jelly Boba. Suweger meluncurkan produk ini melalui TikTok GO by Tokopedia dengan mengacu pada kategori minuman terlarisnya.

Berdasarkan data internal perusahaan, Thai Tea Jelly Boba berhasil masuk lima besar produk terlaris dalam waktu sekitar satu bulan setelah peluncuran dan sempat menempati posisi kedua.

Suweger juga memperluas bisnis ke kategori makanan ringan, termasuk dimsum dengan variasi rasa dan pelengkap yang menyesuaikan selera konsumen muda. Salah satu produk camilannya mencatat penjualan hampir 1.000 unit per pekan, berdasarkan data perusahaan.

Dari sisi penjualan, Suweger mencatat pertumbuhan penjualan voucher online hingga 20 persen selama Mei–September 2026. Ghiyats juga mengatakan TikTok GO by Tokopedia berkontribusi terhadap lebih dari 50 persen kunjungan langsung konsumen ke gerai Suweger.

Perkembangan bisnis tersebut turut mendukung operasional sekitar 60 tenaga kerja di 14 gerai, yang sebagian besar merupakan anak muda yang tinggal di sekitar lokasi usaha.

Pengalaman Amanda Brownies dan Suweger menunjukkan dua pendekatan dalam memanfaatkan teknologi digital. Amanda Brownies mempertahankan karakter produk yang telah dikenal selama lebih dari dua dekade sembari menjangkau konsumen generasi baru. Adapun Suweger memanfaatkan respons konsumen untuk mengembangkan produk dan menyesuaikan strategi pemasaran.

Melalui TikTok GO by Tokopedia, keduanya menghubungkan konten digital dengan pengalaman berbelanja secara langsung. Bagi pelaku usaha kuliner, pendekatan tersebut membuka peluang untuk memperluas jangkauan konsumen sekaligus memahami preferensi pasar melalui respons terhadap produk dan penawaran yang tersedia.

Lihat di situs asli

Berita terkait