REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Persaingan industri otomotif yang semakin ketat mendorong pelaku usaha mencari cara baru untuk meningkatkan efektivitas pemasaran dan penjualan. Kehadiran model kendaraan baru, termasuk dari produsen kendaraan listrik, membuat dealer dituntut lebih memahami perilaku konsumen dan mengukur hasil promosi secara lebih akurat.
Di tengah perubahan tersebut, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) mulai digunakan untuk membantu dealer membaca minat calon pembeli sejak tahap pencarian informasi secara digital.
Perusahaan teknologi AtlasGo memperkenalkan platform berbasis AI yang ditujukan untuk mendukung proses pemasaran dan penjualan di sektor otomotif. Bersamaan dengan itu, perusahaan mengumumkan bergabungnya mantan CEO Rumah123, Wasudewan, sebagai Co-Founder dan CEO.
AtlasGo juga menjalin kerja sama dengan Sun Motor Mitsubishi untuk menerapkan platform DealerView, yang memungkinkan dealer memantau perilaku calon konsumen sebelum datang ke showroom.
Perusahaan menilai tantangan industri otomotif saat ini tidak hanya terkait persaingan produk, tetapi juga perubahan pola konsumen yang semakin banyak melakukan riset secara digital sebelum mengambil keputusan pembelian.
Melalui platform tersebut, calon pembeli dapat menjelajahi showroom virtual dan memperoleh informasi produk secara daring. Aktivitas tersebut kemudian diolah menjadi data yang membantu dealer memahami minat konsumen, produk yang paling banyak dilihat, hingga tingkat kesiapan untuk membeli.
Co-Founder dan CTO AtlasGo David Kusnadi mengatakan, teknologi AI dapat membantu tenaga penjual memanfaatkan data secara lebih efektif dalam proses pemasaran dan penjualan.
"Bayangkan Anda memiliki seorang analis data, manajer CRM, dan Product Knowledge Expert yang bekerja 24 jam sehari untuk setiap tenaga pemasar Anda. Mereka tidak pernah lupa follow up, tidak pernah salah menyebut spesifikasi, dan selalu tahu persis di mana posisi setiap calon pembeli dalam perjalanan keputusannya. Itulah yang DealerView lakukan, bukan menggantikan tenaga pemasar Anda, tapi membuat setiap satu dari mereka bekerja seperti tim terbaik yang pernah ada," ujar David, Rabu (17/6/2026).
Wasudewan mengatakan, banyak perusahaan masih menghadapi kesulitan menghubungkan belanja pemasaran dengan hasil penjualan yang diperoleh.
"AtlasGo lahir dari sebuah kesenjangan yang terlalu lama dibiarkan. Perusahaan-perusahaan besar menghabiskan ratusan miliar bahkan triliunan rupiah untuk marketing di berbagai saluran. Namun mereka tidak mampu menjawab satu pertanyaan sederhana: dari mana sebenarnya lead terbaik mereka datang? Saya bergabung karena saya percaya AtlasGo adalah jawaban yang sudah lama ditunggu industri ini," kata Wasudewan.
Menurut dia, kebutuhan akan teknologi yang mampu mengukur efektivitas pemasaran dan mengelola prospek penjualan akan semakin meningkat di berbagai sektor, termasuk otomotif dan properti.
Dari sisi industri, General Manager Operational Sun Motor Mitsubishi Rudi Rimawan mengatakan perubahan perilaku konsumen membuat dealer perlu memanfaatkan teknologi untuk memahami kebutuhan calon pembeli secara lebih mendalam.
"Kami memilih AtlasGo karena mereka tidak hanya menawarkan teknologi, melainkan pemahaman mendalam tentang bagaimana proses penjualan benar-benar bekerja di lapangan. Bagi kami, DealerView bukan sekadar tools, tetapi mitra strategis yang membantu tim kami menjual lebih cerdas di tengah persaingan yang semakin ketat," ujar Rudi.
Selain sektor otomotif, AtlasGo juga mengembangkan platform untuk industri properti. Perusahaan menyebut pengembangan berikutnya akan difokuskan pada pemanfaatan AI untuk analisis perilaku konsumen, pengelolaan prospek penjualan, serta peningkatan produktivitas tim pemasaran dan penjualan.
Ikuti Whatsapp Channel Republika