Nasional

Demo tak Digubris, Mahasiswa: Gubernur tak Pernah Melihat dan Mendengar yang Kami Suarakan!

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggelar demonstrasi di depan Kantor Gubernur dan DPRD Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Kota Semarang, Rabu (17/6/2026)...

18 Juni 2026, pukul 14:57 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggelar demonstrasi di depan Kantor Gubernur dan DPRD Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Kota Semarang, Rabu (17/6/2026) sore. Itu merupakan demo mahasiswa ketiga di depan Kantor Gubernur Jateng dalam hampir sepekan terakhir. 

Selain tuntutan, para mahasiswa menyuarakan kekecewaan dan kegusaran kepada Gubernur Jateng Ahmad Luthfi. Hal itu karena pada dua demo mahasiswa sebelumnya, Luthfi tidak menemui massa aksi. Berdasarkan pantauan Republika, hingga demo PMII usai pada sekitar pukul 18.30 WIB, Luthfi maupun pejabat Pemprov Jateng lainnya, tak ada yang menemui mereka. 

 

Dalam demonya, beberapa orator menyampaikan langsung kritik kepada Luthfi. "Gubernur tidak pernah melihat, tidak pernah mendengar apa yang kita suarakan," ujar seorang orator dari mobil komando. 

 

Massa PMII kemudian sempat dikomandoi untuk berhimpun di depan gerbang Kantor Gubernur Jateng. Kepada ratusan personel polisi yang berjaga di pelataran Kantor Gubernur dan DPRD Jateng, orator menyampaikan bahwa dia serta teman-temannya ingin menyampaikan langsung aspirasi mereka kepada pejabat Pemprov Jateng. 

 

"Jika gerbang ini tidak dibuka, maka yang bisa kami lakukan satu-satunya adalah mendobrak secara paksa atau masuk ke halaman kantor gubernur untuk membacakan poin-poin tuntutan," kata orator. 

 

Massa sempat mengoyak-ngoyak pagar Kantor Gubernur Jateng. Kendati demikian, tak ada perwakilan pejabat Pemprov maupun DPRD Jateng yang menemui para mahasiswa PMII.

Loading...
Lihat di situs asli

Berita terkait