GAZA -- Senja menyelimuti kawasan Nuseirat, Jalur Gaza, Senin (2/11/2026), dengan cahaya jingga yang perlahan meredup. Di tengah bangunan yang hancur dan puing-puing berserakan, anak-anak masih terlihat bermain sepak bola di tanah lapang. Sementara itu, sejumlah warga tetap beraktivitas dan nelayan mengarungi laut untuk mencari ikan. Pemandangan tersebut memperlihatkan kehidupan yang terus berjalan di tengah dampak kehancuran akibat perang.
Nuseirat masih menghadapi persoalan kemanusiaan yang berat. Laporan Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) pada 15 Oktober 2026 menyebut sekitar 1,98 juta warga Gaza membutuhkan bantuan tempat tinggal dan perlengkapan dasar. Kerusakan bangunan, keterbatasan bahan perbaikan, serta ancaman hujan dan banjir menambah kesulitan keluarga yang tinggal di tempat penampungan sementara.
Bagi warga Nuseirat, hari tetap harus dijalani meski lingkungan tempat tinggal mereka menyisakan banyak kerusakan. Anak-anak berusaha menikmati waktu bermain, sementara orang dewasa melanjutkan aktivitas untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Di bawah langit senja, terselip harapan sederhana agar mereka dapat kembali hidup dengan aman dan menjalani hari tanpa bayang-bayang perang.
Ikuti Whatsapp Channel Republika sumber : AFP