JAKARTA— Jika dalam kesempatan sebelumnya, telah dijabarkan tentang pembahasan penyakit-penyakit lisan yang berbahaya, maka kali ini akan dikupas tentang kebaikan dari ibadah-ibadah yang bisa dilakukan lisan.
Lisan memiliki sejumlah ibadah yang dapat dilakukan seorang Muslim. Di antaranya adalah sebagai berikut:
Pertama, berzikir kepada Allah SWT
Ibadah lisan yang paling utama adalah membaca Alquran. Selain itu, terdapat banyak dalil syariat yang menjelaskan keutamaan berzikir kepada Allah SWT. Salah satunya adalah firman Allah SWT:
وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا
Artinya: “Laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS Al-Ahzab: 35).
Kedua, berkata jujur
Termasuk ibadah lisan adalah senantiasa berkata benar dan jujur. Allah SWT berfirman:
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tetaplah bersama orang-orang yang benar!” (QS At-Taubah: 119).
Allah SWT juga memberikan pujian kepada sejumlah nabi dengan firman-Nya:
وَجَعَلْنَا لَهُمْ لِسَانَ صِدْقٍ عَلِيًّا
Artinya: “Dan Kami anugerahkan kepada mereka rahmat Kami dan Kami jadikan mereka buah tutur yang baik dan mulia.” (QS Maryam: 50).
Mereka adalah teladan bagi kita dalam hal ini. Allah SWT berfirman:
أُولَئِكَ الَّذِينَ هَدَى اللَّهُ فَبِهُدَاهُمُ اقْتَدِهْ
Artinya: “Mereka itulah (para nabi) yang telah diberi petunjuk oleh Allah. Maka, ikutilah petunjuk mereka.” (QS Al-An'am: 90).
Ketiga, berjihad dengan lisan
Jihad memiliki banyak jalan, salah satunya adalah jihad melalui lisan. Rasulullah SAW bersabda:
جاهدُوا المشركينَ بأموالِكم وأنفسِكم وألسنتِكم
“Berjihadlah melawan orang-orang musyrik dengan harta, jiwa, dan lisan kalian.” (HR Abu Dawud).
Hasan bin Tsabit RA pernah berjihad melawan kaum musyrik bersama Rasulullah SAW. Atas perjuangannya itu, ia mendapatkan pujian dari Allah SWT dan Rasul-Nya. Rasulullah SAW pernah berkata kepada Hasan:
اهجُ المشركينَ وروحُ القدُسِ معَك
“Seranglah kaum musyrik dengan syair-syairmu, dan Ruhul Qudus (Malaikat Jibril) bersamamu.” (HR Muslim).
Keempat, bersyukur dengan mengucapkan Alhamdulillah
Termasuk ibadah lisan adalah mengungkapkan rasa syukur dengan mengucapkan Alhamdulillah (segala puji bagi Allah). Rasulullah SAW bersabda:
من أكل طعامًا ثم قال الحمد لله الذي أطعمني هذا الطعامَ ورزقَنِيه من غيرِ حولٍ مني ولا قَّوٍة غفر له ما تقدَّم من ذنبِه وما تأخَّر، ومن لبس ثوبًا فقال الحمد لله الذي كساني هذا الثوب ورزقنيه من غير حول مني ولا قوة غفر له ما تقدم من ذنبه وما تأخر
“Barang siapa makan suatu makanan, kemudian mengucapkan, ‘Segala puji bagi Allah yang telah memberiku makanan ini dan menganugerahkannya kepadaku tanpa daya dan kekuatan dariku,’ niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Dan barang siapa mengenakan pakaian, kemudian mengucapkan, ‘Segala puji bagi Allah yang telah memberiku pakaian ini dan menganugerahkannya kepadaku tanpa daya dan kekuatan dariku,’ niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah)
Kelima, amar makruf nahi mungkar
Termasuk ibadah lisan adalah mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Dengan menjalankan ibadah ini, seorang Muslim dapat menjadi pintu terbukanya berbagai kebaikan bagi orang lain.
Rasulullah SAW bersabda:
الدِّينُ النَّصِيحةُ
“Agama adalah nasihat.”
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika