JAKARTA — Vice President Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Anne Purba memahami kekecewaan sejumlah pihak, termasuk pejuang Pergi Jumat Kembali Ahad (PJKA) terkait perubahan jadwal kereta terbaru. Anne mengatakan KAI telah mendengarkan sejumlah keluhan pelanggan atas perubahan jadwal Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) dalam Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2026 yang berlaku pada 1 Desember 2026.
"Kami memahami grafik perjalanan kereta ini pasti tidak bisa memuaskan semua pihak," ujar Anne dalam konferensi pers di Restoran Amanaia Menteng, Jakarta, Selasa (3/11/2026). Penjelasan tersebut disampaikan untuk menanggapi beragam respons masyarakat terkait penyesuaian jadwal armada kereta.
Baca Juga- Jawab Keluhan Soal Perubahan Jadwal Kereta KAI Beri Opsi Alternatif
- Gapeka 2026 Ubah Nama Kereta Api ini Alasan KAI
- Dengarkan Suara 'Anker', KAI Batalkan Perubahan Nama Kereta
Perubahan jadwal perjalanan kereta terjadi dalam Gapeka 2026, seperti keberangkatan KA Majapahit relasi Pasar Senen–Malang yang semula pukul 17.40 WIB menjadi 14.15 WIB dari Stasiun Pasar Senen. Hal ini membuat para pejuang PJKA kesulitan untuk mengejar keberangkatan kereta setelah bekerja pada Jumat.
Anne mengatakan KAI memberikan sejumlah opsi perjalanan lain sebagai alternatif perubahan perjalanan kereta tertentu. Anne berharap para penumpang dapat menyesuaikan dengan jadwal perjalanan terbaru.
"Kami bisa pastikan banyak pilihan perjalanan kereta, baik itu pagi, siang, dan juga sore dan malam sehingga kami sarankan melihat relasi terlebih dahulu, mengambil relasi baru kita melihat nama keretanya," kata Anne. Langkah ini diharapkan memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memilih waktu perjalanan.
Anne memastikan KAI selalu mendengarkan masukan dari para penumpang. Anne menyampaikan perubahan dalam Gapeka 2026 bertujuan untuk meningkatkan layanan, termasuk penambahan sejumlah perjalanan KAJJ.
"Dalam penerapan Gapeka ini kapasitas angkutnya naik. Artinya jumlah kereta bertambah. Jadi, relasi perjalanan penting sekali kita cek sehingga kita bisa ada alternatif lain di luar dari kereta yang biasanya kita gunakan," tutur Anne.
KAI, lanjut Anne, menyesuaikan Gapeka 2026 dengan proyeksi peningkatan pengguna jasa kereta sebesar 8 persen hingga 12 persen setiap tahunnya. Anne menyampaikan KAI pun mengatur ulang waktu tempuh maupun frekuensi perjalanan KAJJ hingga menambahkan jumlah stasiun pemberhentian seperti Stasiun Bekasi, Cikarang, dan Jatinegara.
"Pola-pola operasi ini yang kami lakukan, kita bisa maksimalkan untuk bisa tetap melayani dengan operation excellence, safety, dan juga on time performance-nya," ujar Anne.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika