REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pelopor Khusus Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) untuk situasi hak asasi manusia di wilayah Palestina yang diduduki, Francesca Albanese, mengajak masyarakat internasional menggunakan kekuatan ekonomi untuk menekan pihak-pihak yang mengambil keuntungan dari pendudukan Israel di Palestina. Menurut dia, boikot dan investasi etis dapat menjadi bagian dari Upaya mendorong perubahan.
Hal itu disampaikan Francesca dalam acara bertema Mendukung Perlawanan Orang Palestina di Tengah Genosida yang diselenggarakan Amnesty Internasional Indonesia di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Rabu (21/10/2026) malam.
Baca Juga- Praktisi Dorong Penelusuran Keterlibatan Korporasi dalam Kasus Karhutla
- Gus Nadir: Santri Era AI tak Cukup Hanya Hafal Kitab Kuning
- Pemerintah Kucurkan Rp1235 Triliun untuk Penanganan Karhutla di 6 Provinsi
Dalam forum tersebut, Francesca menilai, persoalan Palestina tidak dapat dilepaskan dari kepentingan politik dan ekonomi yang melibatkan berbagai pihak. Dia menyoroti keterlibatan pihak korporasi di sejumlah sektor, dari industri militer, bahan bakar fosil, pariwisata, hingga penelitian, dan pendidikan, yang dinilai mengambil keuntungan dari pendudukan.
Dia menilai, dukungan terhadap Palestina perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan sekedar pernyataan solidaritas. “Kita bersama sama akan membuat perbedaan, tetapi kita perlu berpikir bersama dan bertindak bersama,”ujar Francesca.
Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), untuk situasi hak asasi manusia di wilayah Palestina, Francesca Albanese, berbicara dalam acara diskusi yang digelar Amnesty Indonesia di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Rabu (21/10/2026). Diskusi yang diselenggarakan oleh Amnesty International Indonesia tersebut dihadiri oleh hampir seribu orang dengan topik pembahasan terkait Mendukung Keteguhan Orang Palestina di tengah Genosida. - (Republika/Thoudy Badai)
Dia mencontohkan, gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS) yang dipimpin masyarakat Palestina sebagai salah satu cara menggunakan kekuatan konsumen untuk mendorong perubahan. Francesca mengajak masyarakat memilih perusahaan yang menjadi sasaran baikot berdasarkan informasi yang tersedia, kemudian menjalankan gerakan tersebut secara terkoordinasi.
Menurut dia, keputusan konsumen, investasi pelaku usaha, dan kebijakan pengadaan pemerintah dapat menjadi bagian dari tekanan ekonomi terhadap pihak pihak yang dinilai terlibat dalam pendudukan.
Francesca juga menyinggung peran Indonesia dalam mendukung perjuangan Palestina. Dia mengaitkan solidaritas tersebut dengan prinsip yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945, yakni bahwa kemerdekaan merupakan hak segala bangsa dan penjajahan harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan prikemanusiaan dan prikeadilan.
Namun, dia mengingatkan agar dukunga terhadap Palestina tidak berhenti pada sikap politik. Menurut Francesca, masyarakat juga perlu melihat hubungan ekonomi dan aktivitas sehari hari yang berpotensi berkaitan dengan pendudukan.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika sumber : Mg-167