Nasional

Di Tengah Ramainya Isu Mental Health, Ternyata UBSI Punya Jurusan Psikologi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Belakangan ini, hampir tidak ada hari tanpa pembahasan soal mental health di media sosial. Mulai dari overthinking, burnout, anxiety, trauma, hingga istilah-istilah baru yang tiba-tiba muncul di...

25 Juni 2026, pukul 06:28 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Belakangan ini, hampir tidak ada hari tanpa pembahasan soal mental health di media sosial. Mulai dari overthinking, burnout, anxiety, trauma, hingga istilah-istilah baru yang tiba-tiba muncul di beranda. Semua orang seolah mendadak menjadi "pakar kesehatan mental".

Ada yang baru putus seminggu langsung mengaku trauma, ada yang diminta lembur sehari merasa burnout, bahkan ada yang habis dimarahi dosen langsung menyimpulkan dirinya mengalami gangguan psikologis.

Tapi pertanyaannya, di tengah banjir istilah psikologi yang berseliweran setiap hari, sudahkah kita benar-benar memahami ilmu di baliknya?

Di sinilah Psikologi hadir, bukan sebagai tren media sosial, melainkan sebagai disiplin ilmu yang mempelajari perilaku, emosi, kepribadian, hingga cara manusia berpikir dan mengambil keputusan.

Menariknya, banyak orang mengenal Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif yang identik dengan teknologi, komputer, dan dunia digital. Namun, tidak sedikit yang belum mengetahui bahwa UBSI juga memiliki Program Studi Psikologi yang berada di bawah naungan Fakultas Ilmu Kesehatan.

Program Studi Psikologi UBSI hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin sadar akan pentingnya kesehatan mental, pengembangan sumber daya manusia, serta pemahaman terhadap perilaku manusia yang semakin kompleks di era digital.

Rektor Universitas BSI, Mochamad Wahyudi mengatakan perkembangan zaman membuat kebutuhan terhadap lulusan Psikologi terus meningkat di berbagai sektor.

“Psikologi menjadi salah satu bidang ilmu yang sangat relevan dengan kebutuhan saat ini. Tidak hanya berkaitan dengan kesehatan mental, tetapi juga pendidikan, dunia kerja, pengembangan sumber daya manusia, hingga berbagai aspek kehidupan sosial. Karena itu, Program Studi Psikologi hadir untuk mempersiapkan lulusan yang mampu memahami manusia secara lebih komprehensif dan profesional,” ujar Wahyudi.

Menurutnya, kuliah Psikologi tidak hanya membahas teori tentang emosi atau perilaku manusia. Mahasiswa juga akan mempelajari berbagai bidang keilmuan seperti psikologi perkembangan, psikologi sosial, psikologi industri dan organisasi, psikologi pendidikan, hingga metode penelitian yang digunakan untuk memahami berbagai fenomena psikologis secara ilmiah.

“Banyak orang mengira Psikologi hanya tentang konseling atau membaca karakter seseorang. Padahal cakupan ilmunya jauh lebih luas. Mahasiswa akan belajar bagaimana manusia berpikir, berinteraksi, mengambil keputusan, hingga memahami faktor-faktor yang memengaruhi perilaku individu maupun kelompok,” kata dia.

Di era ketika perusahaan berlomba mencari talenta terbaik, sekolah membutuhkan pendampingan peserta didik yang tepat, dan masyarakat semakin peduli terhadap kesehatan mental, lulusan Psikologi memiliki peluang karier yang semakin terbuka. Mereka dapat berkarier di bidang Human Resource Development (HRD), rekrutmen dan seleksi karyawan, pendidikan, penelitian, konsultan pengembangan SDM, layanan sosial, hingga berbagai profesi lain yang berkaitan dengan pengembangan manusia.

Singkatnya, jika jurusan teknologi mempelajari cara kerja sistem dan mesin, Psikologi mempelajari "sistem operasi" yang paling kompleks di dunia: manusia itu sendiri.

Dan jujur saja, memahami algoritma mungkin sulit. Tapi memahami isi kepala manusia? Kadang jauh lebih rumit.

Bagi calon mahasiswa yang tertarik mempelajari perilaku manusia, kesehatan mental, pengembangan sumber daya manusia, serta berbagai fenomena sosial yang terjadi di masyarakat, Program Studi Psikologi UBSI bisa menjadi pilihan yang layak dipertimbangkan.

Informasi lengkap mengenai Program Studi Psikologi dan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas BSI dapat diakses melalui https://pmbubsi.id.

Karena di tengah dunia yang semakin sibuk memahami teknologi, selalu akan ada kebutuhan terhadap mereka yang mampu memahami manusia.

Lihat di situs asli

Berita terkait