REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG - Sosok penyanyi pop Sunda terkenal tahun 1990 hingga saat ini Doel Sumbang, Nining Meida, dan Bungsu Bandung meramaikan pagelaran bertajuk Bandung 1990 melestarikan tradisi dan pop Sunda di Bumi Sangkuriang, Kota Bandung, Sabtu (17/10/2026) malam. Sejumlah seniman tari dan lainnya pun terlibat dalam acara tersebut.
Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation mengatakan, pagelaran bertajuk pelestarian tradisi Bandung 1990 digelar di Bumi Sangkuriang Bandung, Sabtu (17/10/2026). Ia menyebut pagelaran menggabungkan unjuk bakat seniman lokal, pagelaran kesenian Sunda, lomba kesenian, serta kemeriahan bazar kuliner dan kerajinan khas Sunda.
Baca Juga- Menhub Minta Maskapai Beri Penanganan Tepat ke Penumpang Imbas Riyadh Tutup
- Kuota Haji di Bandung Barat Naik Drastis Jadi Segini
- Aksi Bersih Situs Cagar Budaya, Langkah Menjaga Warisan Sejarah Indonesia
Ia menyebut pagelaran dilaksanakan bekerja sama dengan Titimangsa yayasan nirlaba kebudayan yang dipimpin Happy Salma. Gerakan lestari tradisi dimulai saat pandemi covid-19 dan terus berlangsung hingga saat ini.
Renitasari mengatakan sebelumnya sudah dilaksanakan lestari tradisi Sukabumi 1980. "Bagi kami, menjaga budaya tetap hidup bukan hanya tentang mempertahankan tradisi, tetapi juga memberi ruang agar masyarakat bisa mengenal, menikmati, dan menjadi bagian darinya," ucap dia, Sabtu (17/10/2026).
Ia menyebut kesenian, kuliner, dan kerajinan tradisional menyimpan cerita serta nilai yang penting untuk terus diwariskan. Melalui Lestari Tradisi: Bandung 1990, pihaknya ingin menghadirkan suasana pesta rakyat yang hangat, tempat masyarakat bisa berkumpul, menikmati beragam kesenian, dan merayakan kekayaan budaya yang kita miliki.
"Kami berharap kegiatan ini dapat mendekatkan masyarakat dengan akar budayanya sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap keberagaman budaya Indonesia,” kata dia.
Pemilihan Bandung sebagai lokasi acara, ia menyebut bahwa di akhir tahun 1980-an hingga 1990-an, Bandung melahirkan hentakan revolusioner melalui pencampuran seni tradisi klasik dengan budaya populer hingga melahirkan Pop Sunda. Ditandai dengan meledaknya Tari Jaipong karya Gugum Gumbira serta merajanya lagu-lagu pop berbahasa Sunda di kancah nasional.
Happy Salma, pendiri Titimangsa dan produser Lestari Tradisi, mengungkapkan bahwa acara ini diselenggarakan bukan sekadar untuk mencari seru dan gempita. Akan tetapi untuk meneguhkan kembali identitas budaya di tengah kehidupan modern yang serba cepat.
"Kadang-kadang kebenaran atau sesuatu yang bagus itu dianggap penting dan eksis berdasarkan dari dia viral atau tidak. Tetapi kita harus punya kepercayaan diri bahwa sesuatu yang bagus itu tidak selalu harus viral. Kita mau melakukan kegiatan ini karena kita meyakini ada nilai yang baik di sana," kata dia.
Ia menekankan Lestari Tradisi adalah wujud apresiasi yang besar untuk para seniman yang teguh menjaga dan mengembangkan seni tradisi. “Acara ini menjadi ruang pengingat untuk menoleh kembali pada kompas kehidupan kita, dari mana kita berasal, agar kita tidak gagap dalam melangkah menghadapi masa depan,” kata dia.
Acara sore akan dipandu oleh kelompok komedian EJPeace, grup konten kreator dan kanal YouTube asal Bandung yang terkenal berkat video parodinya.Puncak acara pada malam hari akan dipandu oleh trio pembawa acara kenamaan Kang Sule, Ceu Popon, dan Kang Ohang.
Panggung utama akan menampilkan sederet seniman Sunda, antara lain Doel Sumbang, Nining Meida, Bungsu Bandung, Candil, Dewi Gita, Yukie Pas Band, Ebith Beat A, Dira Sugandi, Ujang Darso, Rehan Darso, serta Saung Angklung Udjo, Jugala Jaipongan, SambaSunda, dan Studio Tari Indrawati Lukman.
Ikuti Whatsapp Channel Republika