REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aktris Hollywood Selma Blair kembali terlibat serangkaian insiden kekerasan yang berujung pada penangkapan dan dakwaan berlapis di pengadilan. Bintang film Legally Blonde, Cruel Intentions, dan Hellboy ini ditangkap di Bandara Internasional John F Kennedy (JFK), New York, seusai diduga menyerang awak kabin dalam penerbangan maskapai Delta Air Lines nomor 938 yang berangkat dari Los Angeles menuju New York pada Ahad (11/10/2026) malam.
Peristiwa yang menghebohkan ini memicu respons dari aparat penegak hukum serta otoritas penerbangan di Amerika Serikat. Kejadian bermula ketika petugas Otoritas Pelabuhan New York dan New Jersey menerima laporan mengenai adanya penumpang yang melakukan kekerasan fisik di atas pesawat. Blair diduga mengamuk di dalam kabin.
Baca Juga- Penyanyi Kelly Clarkson Ngaku Diremehin Saat Belanja, Mirip Adegan di Film Pretty Woman
- BTS dan BIGBANG Pimpin Nominasi MAMA Awards 2026
- Film Ghost in The Cell Terbanyak Masuk Nominasi FFI 2026
Sejumlah media lokal AS melaporkan, aktris berusia 54 tahun tersebut diduga meninju seorang pramugari, menggigit pramugari lainnya, bahkan sempat mencoba membuka pintu pesawat saat penerbangan berlangsung. Dua awak kabin dilaporkan mengalami cedera, di mana salah satu di antaranya harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.
Rekaman percakapan audio antara pilot dan pengatur lalu lintas udara (air traffic control) memberikan gambaran situasi darurat di dalam kabin. Dalam rekaman yang dikutip CBS News dan NBC Los Angeles, pilot meminta bantuan medis di gerbang kedatangan dengan menyebutkan adanya korban yang mengalami pendarahan di hidung serta bekas gigitan.
"Saya rasa kami tidak memerlukan ambulans atau semacamnya, tetapi kami ingin petugas medis berada di gerbang untuk memeriksa cedera mereka," ujar sang pilot dalam rekaman tersebut.
Menanggapi hal itu, pengatur lalu lintas udara mengonfirmasi bahwa paramedis dan aparat penegak hukum sudah bersiap di lokasi penjemputan.
Menanggapi insiden tersebut, pihak Delta Air Lines menyampaikan pernyataan tegas mengenai kebijakan keselamatan armada mereka. Juru bicara maskapai mengatakan pihaknya tidak memberikan toleransi terhadap segala bentuk tindakan hukum yang mengganggu ketertiban di udara.
"Delta tidak menoleransi perilaku yang mengganggu ketertiban atau melanggar hukum, karena keselamatan pelanggan dan awak pesawat selalu menjadi prioritas utama kami," ujar perwakilan Delta Air Lines dilansir dari The Guardian.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika