REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Ketua Badan Pengurus Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) Cholil Nafis menyampaikan update rencana pembentukan Danantara Syariah sebagai holding dari super holding Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Saat ini prosesnya masih tengah bergulir, dan tinggal perlu dimatangkan.
Cholil mengungkapkan, pada akhir bulan lalu (September 2026), DSN MUI sudah melakukan rapat dengan CEO Danantara Rosan P. Roeslani dalam membahas rencana tersebut. DSN MUI juga telah melakukan rapat dengan sejumlah pemangku kepentingan terkait, seperti Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Dewan Pengawas Syariah (DPS), dan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS).
Baca Juga- Kreditur Global Ternyata Perhatikan Risiko HAM Perusahaan
- Viral Konten Polisi Anak, Jasa Unik yang Bantu Orang Tua Nasihati Anak
- Produsen Motor Listrik ALVA Dapat Tambahan Pembiayaan Rp358 Miliar
“Kami membahas tentang bagaimana memaksimalkan syariah termasuk pembentukan Danantara Syariah. Dalam pembahasan itu belum tuntas, dan beliau (Rosan) berjanji akan dibahas lebih intensif, lebih khusus untuk pembentukan Danantara Syariah,” ungkap Cholil usai menghadiri acara Ijtima’ Sanawi bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Hotel Mercure Harmoni, Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Ia menuturkan, secara teknis, perlu dibuat aturan mengenai pembentukan Danantara Syariah sebagai holding yang membidangi bisnis syariah di bawah super holding BPI Danantara.
“Tinggal dibentuk saja aturan, Danantara Syariah bisa jadi holding-nya. Kan di Danantara sekarang belum ada yang ngurusin syariah secara khusus. Sebenarnya hanya ingin minta dari super holding Danantara itu, ada yang ngurusin tentang syariah,” terangnya.
Menurut penuturannya, sejauh ini tidak ada hambatan yang berarti dalam proses rencana pembentukan Danantara Syariah. Bisa dibilang, tinggal tunggu tanggal mainnya saja.
“Sepertinya enggak ada hambatan. Tinggal garis koordinasi dan pekerjaan saja. Jadi kalau nanti hasil kajian Pak Rosan, mungkin struktur yang akan dibuat, mungkin sudah berpikir dengan orang-orangnya, tinggal dibuatkan Keputusan Presiden, selesai,” jelasnya.
Cholil menuturkan, setelah pertemuan akhir bulan lalu, akan ada pertemuan lanjutan nantinya. Ia memastikan akan segera menggelar rapat kembali untuk menindaklanjuti dan menggolkan pembentukan Danantara Syariah. Jika prosesnya berjalan cepat, tidak menutup kemungkinan pada tahun depan sudah bisa terealisasi.
“Mudah-mudahan (tahun depan bisa terealisasi), saya berdoa itu. Karena sebenarnya kan tinggal keputusan dari Pak Rosan, disetujui oleh Presiden, selesai. Enggak perlu Undang-Undang, karena dia (Danantara Syariah) di bawah super holding-nya Danantara, bukan membentuk badan tersendiri. Kita hanya minta di bawah Danantara ada holding yang mengurus tentang syariah, karena kan kita ada bank, asuransi, pasar modal, sementara di dalam Danantara tidak ada yang spesifik mengurus tentang bisnis syariah,” tegasnya.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika