REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Gempa bumi magnitudo 3,5 hingga 4 bersamaan mengguncang wilayah Sukabumi dan Bogor, sekitar pukul 17.49 WIB, Kamis (15/10/2026). Titik gempa berada di darat pada jarak 25 kilometer Utara Sukabumi dengan kedalaman 9 kilometer sedangkan titik kedua di darat pada jarak 26 kilometer Barat Daya Kota Bogor dengan kedalaman 5 kilometer.
"Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi pertama memiliki parameter update dengan magnitudo 3,5 dan gempa bumi kedua memiliki magnitudo M 4," ucap Kepala BMKG Bandung Suaidi Ahadi, Kamis (15/10/2026).
Baca Juga- Pemkot Bandung dan Baznas Salurkan Rp 2,03 Miliar untuk Korban Gempa NTT
- Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Lombok Barat, Getaran Terasa hingga Sumbawa
- EIGER Nature Restorasi Lahan Kritis di Puncak Bogor, Ini Kata Walhi Jabar
Ia menuturkan gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif. Gempa bumi dirasakan di wilayah Pamijahan dan Kabandungan oleh orang banyak dalam rumah.
Sedangkan di luar rumah dirasakan oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela, pintu berderik dan dinding berbunyi. Di wilayah Kalapanunggal, Leuwiliang, Cipeuteuy, Lengkong, Parakansalak getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.
Gempa bumi pun dirasakan di wilayah Palabuhan Ratu, Pabuaran, Cicantayan, benda-benda ringan yang digantung bergoyang. Namun hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempa bumi tersebut.
"Hingga pukul 18:40 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 1 aktivitas gempa bumi susulan dengan magnitudo 2,4," kata dia.
Ia mengimbau masyarakat memastikan memperoleh informasi remsi dari BMKG.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika