REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) menyebut pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming menyiapkan 26 proyek hilirisasi dengan total nilai investasi Rp 225 triliun. Angka itu merupakan capaian selama dua tahun pertama pemerintahan.
Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Bakom Kurnia Ramadhana menjelaskan, proyek tersebut diperkirakan menyerap 37.833 tenaga kerja. Hal itu sekaligus memperkuat industri nasional melalui peningkatan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri.
Baca Juga- Suroso Sempat Bertemu Prabowo di Istana Sebelum Diumumkan Jadi Dirut PT PLN
- Prabowo Dijadwalkan Resmikan Pagar Gajah Way Kambas
- Presiden Lantik Marsdya Yusuf Jauhari dan Letjen Richard Jadi Wamenhan
"Hilirisasi dan industrialisasi menjadi bagian dari arah kebijakan pemerintah untuk memperkuat kemandirian ekonomi dan mendorong penciptaan lapangan kerja," kata Kurnia dalam keterangan pers di Jakarta, Ahad (18/10/2026).
Dalam pelaksanaannya, Danantara menyiapkan 26 proyek hilirisasi yang terbagi dalam dua fase dengan nilai investasi mencapai Rp 225 triliun. Selain mendorong investasi hilirisasi, pemerintah memperkuat tata kelola perdagangan komoditas strategis melalui kebijakan ekspor satu pintu.
Kebijakan yang dikelola melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) tersebut mulai berlaku pada 1 Juni 2026 untuk tiga komoditas, yakni batu bara, kelapa sawit, dan ferro alloy atau paduan besi. Pada 2025, nilai ekspor ketiga komoditas tersebut mencapai 66,13 miliar dolar AS atau setara 23,4 persen dari total ekspor nasional.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika sumber : Antara