Nasional

Dukung Kebijakan tak Naik Kelas, Ketua PGRI Cirebon Ingatkan Risiko Perundungan dan Psikologis Siswa

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON – Wacana pengembalian aturan tidak naik kelas yang digulirkan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mendapat angin segar dari kalangan pendidik di daerah. Kebijakan itu menjadi...

14 Oktober 2026, pukul 16:22 WIB · dibaca 1 kali

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON – Wacana pengembalian aturan tidak naik kelas yang digulirkan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mendapat angin segar dari kalangan pendidik di daerah. Kebijakan itu menjadi momentum meningkatkan kembali kualitas pembelajaran.

Dukungan itu disampaikan Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Cirebon, Eka Novianto. Menurutnya, kebijakan itu dapat menjaga standar akademik sekolah sekaligus mendorong kesungguhan siswa dalam mencapai kompetensi belajar.

Baca Juga

“Saya secara pribadi sepakat dengan apa yang disampaikan oleh Pak Menteri,” ujar Eka, Rabu (14/10/2026).

Namun, Eka menilai, kebijakan tersebut juga harus harus disertai sejumlah pertimbangan yang matang. Di antaranya menyangkut kemampuan akademik, kondisi psikologis siswa, serta kesiapan sekolah dalam memberikan pendampingan.

Ia mengungkapkan, mengulang kelas tidak serta-merta menjamin peningkatan prestasi akademis maupun perubahan karakter siswa menjadi lebih disiplin. Menurutnya, terdapat efek samping psikologis yang membayangi para siswa.

“Secara psikologis ini harus dipikirkan bersama. Karena tidak hanya sisi positif, sisi negatifnya juga ada. Misalkan, kepercayaan siswa bisa menurun,” kata Eka.

Loading...
Lihat di situs asli

Berita terkait