Nasional

Efisiensi Jadi Kunci Daya Saing Industri di Tengah Ketidakpastian

JAKARTA — Perusahaan perlu meningkatkan efisiensi operasional dan produktivitas untuk menjaga daya saing di tengah ketidakpastian ekonomi global. Inovasi dan perbaikan berkelanjutan menjadi salah satu upaya untuk menekan biaya...

24 Oktober 2026, pukul 03:50 WIB · dibaca 0 kali

JAKARTA — Perusahaan perlu meningkatkan efisiensi operasional dan produktivitas untuk menjaga daya saing di tengah ketidakpastian ekonomi global. Inovasi dan perbaikan berkelanjutan menjadi salah satu upaya untuk menekan biaya operasional, mempercepat proses kerja, dan meningkatkan kualitas produk.

Direktur Continuous Improvement Convention (CIC) 2026 Nunung Berna Hertin mengatakan, efisiensi dan inovasi menjadi kebutuhan bagi perusahaan untuk beradaptasi dan menjaga keberlangsungan bisnis.

“Di tengah kondisi ekonomi yang penuh ketidakpastian, efisiensi dan inovasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan. Melalui ajang CIC 2026 ini, kita melihat langsung bagaimana perusahaan-perusahaan di Indonesia membuktikan ketangguhannya. Mereka mampu beradaptasi, menciptakan terobosan, dan melakukan efisiensi strategis agar tidak hanya bertahan, tetapi juga terus berkembang di situasi yang menantang sekalipun,” ujar Nunung dalam keterangan resminya, Jumat (23/10/2026).

Hal tersebut menjadi salah satu fokus dalam CIC 2026 yang diselenggarakan PQM Consultants di HARRIS Hotel & Conventions Festival CityLink, Bandung, pada 20–22 Oktober 2026.

Sebanyak 400 peserta dari berbagai industri mempresentasikan proyek perbaikan yang diterapkan di perusahaan masing-masing. Proyek-proyek tersebut mencakup penghematan biaya operasional (cost saving), pemangkasan waktu proses (cycle time), pengurangan kecacatan produk, serta peningkatan keberlanjutan.

CIC 2026 juga menjadi ajang bagi perusahaan untuk berbagi pengalaman dan praktik perbaikan berkelanjutan. Kompetisi digelar dalam tujuh kategori dengan penghargaan Diamond, Platinum, Gold, Silver, Bronze, dan Special Award.

Sejumlah praktisi dari berbagai perusahaan terlibat sebagai juri, di antaranya Enesis Group, PT Paragon Technology & Innovation, Dynapack Asia, ANTAM, Kalla Group, Tower Bersama, dan Garudafood.

Selain kompetisi, kegiatan tersebut mencakup SME Forum, Knowledge Sprint, Consultants Corner, diskusi kelompok terarah (focus group discussion/FGD), kunjungan industri, dan Alignment Games.

PQM Consultants menjadwalkan CIC berikutnya pada 2027 di Solo.

Lihat di situs asli

Berita terkait