Nasional

Emas Pekan Depan Diprediksi Rp 2,55–2,79 Juta per Gram, Siap-Siap Investasi!

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Harga emas atau logam mulia terus bergerak fluktuatif di tengah ketidakpastian global. Pada pekan depan, harga aset safe haven tersebut diprediksi berada di kisaran Rp 2,55 juta...

21 Juni 2026, pukul 07:01 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Harga emas atau logam mulia terus bergerak fluktuatif di tengah ketidakpastian global. Pada pekan depan, harga aset safe haven tersebut diprediksi berada di kisaran Rp 2,55 juta hingga Rp 2,79 juta per gram.

Harga emas dunia pada akhir pekan ini tercatat berada di posisi 4.155 dolar AS per troy ons, sedangkan harga logam mulia ditutup di level Rp 2,668 juta per gram. Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi memprediksi, jika harga emas terkoreksi, level support-nya pada Senin (22/6/2026) diperkirakan berada di angka 4.088 dolar AS per troy ons, dengan harga logam mulia sebesar Rp 2,648 juta per gram.

Baca Juga

Jika melanjutkan koreksi, level support kedua berada di angka 3.859 dolar AS per troy ons. Adapun harga logam mulia diperkirakan berada di level Rp 2,55 juta per gram.

Sementara itu, jika harga emas dunia mengalami penguatan, level resistance pertama diperkirakan sebesar 4.243 dolar AS per troy ons, dengan harga logam mulia Rp 2,688 juta per gram. Apabila melanjutkan penguatan, level resistance kedua berada di angka 4.465 dolar AS per troy ons, dengan harga logam mulia sebesar Rp 2,79 juta per gram.

“Jadi, harga emas dunia atau logam mulia sepekan ke depan adalah harga emas dunia di 3.859 dolar AS per troy ons sebagai support-nya dan resistance di 4.465 dolar AS per troy ons. Untuk logam mulia sepekan ke depan berada di kisaran Rp 2,55 juta hingga Rp 2,79 juta per gram,” ujar Ibrahim dalam keterangan suara kepada wartawan, Ahad (21/6/2026).

Di samping itu, pergerakan indeks dolar AS diprediksi kembali menguat. Nilainya diproyeksikan berada di kisaran 99,2–101,7. Sementara itu, rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp 17.600–Rp 18.000 per dolar AS pada pekan depan.

Kemudian, harga minyak mentah dunia kemungkinan besar pada pekan depan diperdagangkan di kisaran 70–80 dolar AS per barel.

 

Loading...
Lihat di situs asli

Berita terkait