Nasional

ESDM Siapkan Sambungan Listrik Gratis untuk 25 Ribu Rumah Tangga di Jawa Barat

REPUBLIKA.CO.ID, KARAWANG -- Sebanyak 25.000 rumah tangga di Jawa Barat ditargetkan memperoleh Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) sepanjang 2026. Hingga Oktober tahun ini, sebanyak 12.327 rumah tangga telah menikmati sambungan...

16 Oktober 2026, pukul 06:58 WIB · dibaca 2 kali

REPUBLIKA.CO.ID, KARAWANG -- Sebanyak 25.000 rumah tangga di Jawa Barat ditargetkan memperoleh Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) sepanjang 2026. Hingga Oktober tahun ini, sebanyak 12.327 rumah tangga telah menikmati sambungan listrik melalui program pemerintah tersebut.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjalankan program BPBL untuk membantu keluarga kurang mampu yang belum memiliki sambungan listrik mandiri. Pemerintah juga memperbaiki infrastruktur melalui program Listrik Desa (Lisdes) untuk memperluas akses dan meningkatkan kualitas pasokan listrik.

Baca Juga

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meninjau pelaksanaan kedua program tersebut di Desa Muara Baru, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, Kamis (15/10/2026). Dalam kunjungannya, Bahlil memeriksa penyaluran bantuan sekaligus kondisi jaringan listrik di wilayah tersebut.

Target BPBL Jawa Barat pada 2026 meningkat dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang mencapai 15.831 rumah tangga. Pemerintah juga memproyeksikan jumlah penerima bantuan bertambah menjadi 30.000 rumah tangga pada 2027.

Dari sisi pasokan, sistem kelistrikan Jawa Barat memiliki cadangan daya sebesar 5.184 megawatt (MW). Ketersediaan daya tersebut mendukung penambahan sambungan listrik bagi masyarakat yang belum memiliki akses mandiri.

Di Kabupaten Karawang, sebanyak 683 rumah tangga ditargetkan menerima BPBL pada 2026. Dari jumlah tersebut, 299 rumah telah menikmati listrik, 360 rumah selesai dipasangi instalasi dan menunggu penyalaan, sedangkan 24 rumah masih dalam proses pemasangan.

Pada 2025, program BPBL telah menjangkau 915 rumah tangga di Karawang. Sementara itu, alokasi bantuan untuk Kecamatan Cilamaya Wetan pada 2026 mencapai 52 rumah tangga, terdiri atas tujuh rumah yang telah menyala, 41 menunggu penyalaan, dan empat masih menjalani pemasangan instalasi.

Program BPBL membantu masyarakat mengatasi biaya pemasangan sambungan listrik baru yang mencapai sekitar Rp2 juta. Biaya tersebut selama ini menjadi salah satu kendala bagi keluarga berpenghasilan rendah untuk memiliki sambungan listrik sendiri.

Melalui program tersebut, penerima memperoleh instalasi listrik rumah secara gratis, meliputi tiga titik lampu, satu sakelar ganda, satu sakelar tunggal, satu kotak kontak, dan sistem pembumian. Bantuan juga mencakup pengujian dan penerbitan Sertifikat Laik Operasi (SLO), sambungan listrik PLN berdaya 900 volt ampere (VA), serta token listrik perdana senilai Rp100 ribu.

Selain memperluas sambungan baru, pemerintah menangani persoalan tegangan listrik rendah di Desa Muara Baru. Bahlil mengatakan, wilayah tersebut sebelumnya telah mendapatkan aliran listrik, tetapi pasokannya belum optimal.

“Dulu wilayah Desa Muara Baru ini sudah ada listrik, tetapi tegangannya rendah sehingga arus yang masuk tidak maksimal. Melalui program Listrik Desa, kita lakukan penguatan infrastruktur kelistrikan agar pasokan daya menjadi lebih kuat dan optimal. Pemerintah memasang gardu trafo berkapasitas 50 kVA serta menambah tiang-tiang listrik baru,” ujar Bahlil.

Melalui program Lisdes tahun anggaran 2025, sebanyak 93 rumah tangga di Desa Muara Baru telah memperoleh akses kelistrikan langsung. Pemasangan gardu transformator dan penambahan tiang listrik dilakukan untuk memperbaiki kualitas pasokan di wilayah tersebut.

Bahlil mengatakan, keterbatasan akses listrik masih ditemukan di sejumlah wilayah Pulau Jawa, tidak hanya di kawasan terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Secara nasional, sekitar 11.000 desa dan jutaan rumah tangga disebut masih membutuhkan penanganan untuk memperoleh akses listrik yang memadai.

“Program BPBL difokuskan untuk bantuan sambungan rumah tangga, sedangkan program Listrik Desa diperuntukkan bagi desa yang belum memiliki jaringan listrik sama sekali. Secara bertahap dan agresif, Pemerintah akan terus menaikkan target sasaran setiap tahunnya demi memastikan seluruh masyarakat Indonesia menikmati terang listrik yang layak,” ujar Bahlil.

Lihat di situs asli

Berita terkait