REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Forum Organisasi Pemuda Islam Nasional menyampaikan delapan pernyataan sikap kebangsaan dalam momentum 81 tahun kemerdekaan Indonesia. Forum tersebut mendorong pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan agar agenda pembangunan nasional yang tertuang dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto diwujudkan dalam kebijakan dan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Baca Juga
- Horor DetikDetik Banjir Bandang di NepalTibet
- Menko Djamari: Pemerintah Kawal Aspirasi Masyarakat ke DPR
- Bioskop Rp15 Ribu Hadir di Rusun Pasar Rumput, Dekatkan Film Indonesia ke Warga
Forum yang terdiri atas Pemuda Muslimin Indonesia, Pemuda Al-Irsyad, Generasi Muda Mathla’ul Anwar, Pemuda Hidayatullah, serta Barisan Muda Al-Ittihadiyah itu menyampaikan pernyataan itu di Jakarta, Rabu(26/8/2026). Pernyataan itu diklaim sebagai bentuk tanggung jawab moral, keagamaan, dan kebangsaan pemuda Islam terhadap arah pembangunan Indonesia menuju satu abad kemerdekaan.
Dalam pernyataannya, forum menilai perjalanan Indonesia selama 81 tahun sejak Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945 masih dihadapkan pada sejumlah persoalan. Di antaranya penegakan hukum, ketimpangan pendidikan dan ekonomi, konflik agraria, pengelolaan sumber daya alam, persoalan moral generasi muda, serta kedaulatan pangan.
Forum menilai Asta Cita yang menjadi arah pembangunan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tidak cukup berhenti pada dokumen perencanaan maupun pernyataan politik. Menurut mereka, agenda tersebut perlu diterjemahkan melalui kebijakan, penganggaran, pelaksanaan program, dan hasil yang dapat dirasakan masyarakat.
“Namun Tidak boleh berhenti sebagai janji, slogan politik, atau dokumen perencanaan pembangunan. Seluruh program tersebut harus segera diwujudkan melalui kebijakan, anggaran, tindakan, serta hasil nyata yang dapat dirasakan langsung oleh rakyat,"tegas forum tersebut.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika