Nasional

Francesca Albanese Minta Warga Bali Berani Tolak Turis Israel

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pelapor Khusus PBB untuk situasi hak asasi manusia di wilayah Palestina yang diduduki, Francesca Albanese, menyerukan keberanian masyarakat untuk menolak kehadiran mantan tentara Israel yang diduga...

23 Oktober 2026, pukul 01:29 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pelapor Khusus PBB untuk situasi hak asasi manusia di wilayah Palestina yang diduduki, Francesca Albanese, menyerukan keberanian masyarakat untuk menolak kehadiran mantan tentara Israel yang diduga terlibat dalam kejahatan di Gaza. Menurut dia, kepentingan pariwisata dan ekonomi tidak seharusnya menjadi alasan untuk mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan.

Albanese secara khusus menantang Indonesia, termasuk masyarakat di Bali yang menjadi salah satu tujuan wisata dunia, untuk menentukan sikap terhadap persoalan tersebut. Ia mempertanyakan apakah potensi kehilangan wisatawan harus membuat masyarakat menerima orang-orang yang diduga terlibat dalam kejahatan terhadap rakyat Palestina.

Baca Juga

“Apakah pariwisata Indonesia akan dirugikan jika kita tidak mengakomodasi tentara yang tanpa sedikitpun penyesalan telah melakukan kejahatan di Gaza?” kata Albanese dalam wawancara seusai diskusi yang diselenggarakan Amnesty International Indonesia di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Ia mengakui, penolakan terhadap wisatawan tertentu berpotensi menimbulkan dampak ekonomi. Namun, menurut Albanese, masyarakat juga harus mempertimbangkan nilai-nilai yang mendasari keputusan mereka.

“Apakah kehilangan 1.000 atau bahkan 100 ribu wisatawan akan merusak perekonomian? Mungkin, ya. Tetapi bagi saya, nilai-nilai lebih penting daripada uang,” ujarnya yang akan mengunjungi Bali guna menghadiri Ubud Writers Festival tersebut.

Bagi Albanese, persoalan tersebut bukan semata-mata urusan pemerintah. Pelaku industri pariwisata, pemilik restoran, pengusaha, dan masyarakat juga memiliki pilihan untuk menentukan apakah mereka bersedia mengambil keuntungan dari orang-orang yang diduga terlibat dalam kejahatan internasional.

Warga Thailand berunjuk rasa memprotes masifnya kehadiran turis Israel di Bangkok, Oktober 2026. - (Tangkapan Layar Instagram/Thai PBS)

Ia mencontohkan situasi di Italia, negaranya, ketika masyarakat memasang spanduk bertuliskan, “Tidak ada tempat bagi genosida di sini.” Pesan tersebut, menurut dia, bermakna ketika dipasang secara terbuka di kawasan wisata maupun restoran.

Albanese menilai, sikap semacam itu dapat menjadi pernyataan publik bahwa tindakan yang melanggar nilai-nilai kemanusiaan tidak boleh diterima begitu saja.

“Menurut saya, ini adalah pilihan yang harus kita ambil,” katanya.

Albanese Ingin Kejahatan terhadap Palestina Berakhir

Albanese menegaskan, seruannya bukan bertujuan mendorong kebencian terhadap setiap warga Israel. Ia menginginkan perubahan agar kejahatan terhadap rakyat Palestina tidak kembali terjadi.

Ia mengatakan, orang-orang yang pernah bertugas di militer dan meyakini bahwa mereka menjalankan misi yang benar setidaknya perlu mendapat kesempatan untuk merefleksikan tindakan mereka, termasuk kemungkinan bahwa mereka telah melakukan kesalahan.

Menurut Albanese, sebagian tentara telah mengakui kesalahan dan kejahatan yang mereka lakukan serta mulai berupaya mengubah sistem. Ia juga menyinggung adanya tentara yang mengakhiri hidup setelah menyadari tindakan mereka terhadap rakyat Palestina.

“Saya tidak menginginkan itu. Saya menginginkan perubahan,” ujarnya.

Ia kemudian menyampaikan harapannya agar penderitaan rakyat Palestina tidak terus berulang.

“Saya ingin ini menjadi kejahatan terakhir yang diizinkan dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina. Saya ingin ini menjadi genosida terakhir yang dibiarkan terjadi oleh umat manusia,” kata Albanese.

Menurut dia, upaya mencegah kejahatan serupa membutuhkan garis yang tegas mengenai tindakan yang dapat diterima dan tindakan yang tidak dapat ditoleransi.

“Bagaimana kita bisa mencapai itu jika kita tidak menarik garis yang jelas antara apa yang dapat diterima dan apa yang tidak?” ujarnya.

Albanese juga menyoroti tanggung jawab dunia usaha, termasuk industri pariwisata. Ia mengatakan tidak ingin memperoleh keuntungan dari kekayaan yang dihasilkan melalui genosida, baik secara langsung maupun tidak langsung.

“Jika saya terlibat dalam perdagangan, saya juga tidak ingin memperoleh keuntungan dari kekayaan yang dihasilkan oleh genosida, baik secara langsung maupun tidak langsung,” katanya.

Ia menegaskan, keputusan tersebut berada di tangan pelaku industri pariwisata dan setiap individu, baik di Indonesia maupun di negara lain.

Pernyataan Albanese menjadi relevan bagi Bali, yang dikenal sebagai destinasi wisata internasional dan akan menerima beragam pengunjung dari berbagai negara. Namun, seruan untuk menolak tentara Israel yang diduga terlibat kejahatan perlu dibedakan dari penolakan terhadap seluruh warga Israel berdasarkan kewarganegaraan mereka.

Dugaan keterlibatan seseorang dalam kejahatan internasional harus diperiksa berdasarkan bukti. Sementara itu, penindakan pidana oleh aparat Indonesia memerlukan dasar hukum dan yurisdiksi yang jelas. Pernyataan Albanese merupakan seruan moral agar masyarakat tidak mengabaikan dugaan kejahatan terhadap rakyat Palestina, bukan penetapan bersalah terhadap setiap mantan personel militer Israel.

Lihat di situs asli

Berita terkait