REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung berharap Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi yang untuk pertama kalinya dapat menjadi tradisi baru bagi warga Jakarta. Menurut dia, kegiatan tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada para ulama, habaib, dan tokoh masyarakat Betawi yang telah berjasa bagi ibu kota.
"Ini adalah acara yang pertama kali, dan saya sebagai Gubernur Jakarta yang menggagas acara ini, berharap dan memohon agar acara ini menjadi tradisi baru bagi kita semua untuk bershalawat sambil mengenang para tokoh agama dan tokoh masyarakat Betawi yang berjasa bagi Jakarta," ujar Pramono saat sambutan di hadapan ribuan jamaah di Plaza Monas, Jakarta Pusat, Jumat (19/6/2026) malam.
Baca Juga- UNICEF: Israel Bunuh Satu Anak Gaza Setiap Hari Sejak 'Gencatan Senjata'
- Batalyon Pembunuh Hind Rajab jadi Bulan-Bulanan di Lebanon
- Pelita Jaya Akui Belum Maksimal Meski Menang di Gim Pertama Final IBL, Hornbills Kehilangan Momentum
Pramono mengaku sepakat dengan berbagai masukan dari para ulama dan tokoh masyarakat agar kegiatan tersebut terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Menurut dia, mengenang jasa para ulama dan habaib merupakan wujud rasa syukur sekaligus sarana belajar dari para pendahulu yang telah meletakkan fondasi bagi Jakarta saat ini.
Selain untuk mengenang jasa ulama dan habaib Betawi, Pramono mengatakan, haul akbar tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Jakarta. Tahun depan, Jakarta akan memasuki usia lima abad.
"Perjalanan panjang ini telah memberikan kontribusi bagi perjalanan bangsa, terutama Jakarta. Karena itu kota ini harus menjadi rumah bagi berbagai suku, agama, budaya, dan latar belakang masyarakat agar dapat hidup berdampingan," ucapnya.
View this post on InstagramLoading... Ikuti Whatsapp Channel Republika