Nasional

Gubernur Maluku Dorong APINDO Perluas Investasi dan Ciptakan Lapangan Kerja

REPUBLIKA.CO.ID, AMBON, – Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa meminta Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) untuk memperluas investasi dan penciptaan lapangan kerja guna mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah. Permintaan ini disampaikan pada pengukuhan...

23 Oktober 2026, pukul 22:30 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, AMBON, – Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa meminta Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) untuk memperluas investasi dan penciptaan lapangan kerja guna mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah. Permintaan ini disampaikan pada pengukuhan Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) APINDO Maluku periode 2025-2030 di Ambon, Jumat malam.

"Kami mendorong kepengurusan baru APINDO untuk memperkuat hubungan antara pemerintah dan dunia usaha, sekaligus mendorong iklim investasi yang sehat dan produktif," kata Hendrik.

Gubernur berharap para pengusaha dapat mengembangkan potensi kelautan, perikanan, pertanian, dan pariwisata yang menjadi keunggulan Maluku. Menurutnya, pengembangan ekonomi Maluku membutuhkan keterlibatan pengusaha dalam membuka lapangan kerja, memperkuat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), mengembangkan industri pengolahan, hingga memperluas pasar produk unggulan daerah.

"Maluku bukan hanya wilayah yang kaya akan sumber daya, tetapi juga merupakan daerah yang memiliki peluang besar untuk tumbuh sebagai pusat kegiatan ekonomi berbasis kelautan, perikanan, pertanian, pariwisata, dan berbagai sektor produktif lainnya," ujar Gubernur.

Program Kerja Terukur dan Kemitraan

Gubernur juga meminta APINDO menyusun program kerja terukur, memperkuat konsolidasi organisasi, dan membangun kemitraan dengan pemerintah daerah. Pengusaha di Maluku diharapkan menjalankan usaha dengan mematuhi hukum, menghormati hak pekerja, dan memperhatikan kelestarian lingkungan.

"Kami berharap investasi yang masuk ke Maluku mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah dan menyerap tenaga kerja lokal," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Umum APINDO Shinta W. Kamdani menilai Maluku memiliki peluang besar untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan sektor kelautan, perikanan, pertanian, dan pariwisata. Shinta menyebut pertumbuhan ekonomi Maluku tercatat 4,56 persen. Angka tersebut masih dapat ditingkatkan dengan mengoptimalkan kekayaan sumber daya alam dan memperkuat industri pengolahan.

Dorong Ekonomi Biru dan Hilirisasi

Shinta mendorong pengembangan ekonomi biru, terutama hilirisasi perikanan dan rumput laut. Potensi komoditas perkebunan seperti kelapa, cengkih, pala, dan kakao juga perlu didukung pengolahan yang mampu menghasilkan produk bernilai tambah.

Selain itu, Shinta melihat peluang pengembangan kopi lokal, termasuk Kopi Tuni, dan destinasi wisata bahari di Maluku. "Jangan hanya bicara-bicara. Kita perlu menjalankan program yang bisa berdampak," ujar Shinta dalam arahannya.

Dia juga meminta APINDO Maluku memperluas keanggotaan, memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, dan mengawal kebijakan yang mendukung dunia usaha. Penciptaan lapangan kerja produktif, peningkatan keterampilan tenaga kerja, dan hubungan industrial yang sehat turut menjadi perhatian organisasi pengusaha tersebut.

Shinta berharap kepengurusan APINDO Maluku di bawah pimpinan Robert Tanamal mampu memperkuat peran organisasi itu dalam mendorong pertumbuhan usaha dan kesejahteraan masyarakat Maluku. Menurut dia, kerja sama pemerintah, pengusaha, dan pekerja diperlukan untuk mengoptimalkan potensi daerah sekaligus menghadapi persaingan investasi.

Dia mengingatkan nilai persaudaraan masyarakat Maluku, potong di kuku rasa di daging dan ale rasa, beta rasa, juga menjadi pengingat pentingnya solidaritas dalam menghadapi tantangan ekonomi bersama. Dalam kesempatan itu, Robert Tanamal terpilih sebagai Ketua DPP APINDO Maluku periode 2025-2030.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara
Lihat di situs asli

Berita terkait