Nasional

Harta dan Nasib 8 Pemiliknya pada Hari Kiamat: Ada yang Terhina, Ada yang Dimuliakan

JAKARTA— Sesungguhnya Allah SWT menurunkan harta dengan tujuan yang luhur, jauh melampaui tujuan yang selama ini membuat manusia saling berlomba dan berebut untuk mengumpulkannya. Tujuan diturunkannya harta telah dijelaskan oleh...

2 November 2026, pukul 07:22 WIB · dibaca 0 kali

JAKARTA— Sesungguhnya Allah SWT menurunkan harta dengan tujuan yang luhur, jauh melampaui tujuan yang selama ini membuat manusia saling berlomba dan berebut untuk mengumpulkannya.

Tujuan diturunkannya harta telah dijelaskan oleh Allah SWT dalam sebuah hadis qudsi. Maka, renungkanlah hadis tersebut, wahai hamba-hamba Allah.

Dari Abu Waqid Al-Laitsi RA, ia berkata bahwa apabila wahyu Alquran turun kepada Rasulullah SAW dan beliau diperintahkan untuk melakukan sesuatu, kami pun mendatangi beliau untuk mempelajarinya. Suatu hari, kami datang kepada beliau, lalu beliau bersabda:

إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يَقُولُ: إِنَّا أَنْزَلْنَا الْمَالَ لِإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ، وَلَوْ كَانَ لِابْنِ آدَمَ وَادٍ أَحَبَّ أَنْ يَكُونَ لَهُ ثَانٍ، وَلَوْ كَانَ لَهُ ثَانٍ أَحَبَّ أَنْ يَكُونَ لَهُ ثَالِثٌ، وَلَا يَمْلَأُ فَمَ ابْنِ آدَمَ إِلَّا التُّرَابُ، وَيَتُوبُ اللَّهُ عَلَى مَنْ تَابَ

“Sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman, ‘Kami menurunkan harta agar digunakan untuk menegakkan shalat dan menunaikan zakat. Seandainya anak Adam memiliki satu lembah harta, niscaya ia ingin memiliki lembah yang kedua. Jika ia telah memiliki lembah kedua, ia pun ingin memiliki lembah yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi mulut anak Adam selain tanah (kematian). Dan Allah menerima tobat orang yang bertobat.” (HR Ahmad)

Saat berada di Padang Mahsyar, manusia dibangkitkan dalam keadaan tidak beralas kaki dan tidak berpakaian, baik laki-laki maupun perempuan. Mereka bertebaran seperti anai-anai yang beterbangan.

Gunung-gunung beterbangan seperti bulu yang dihambur-hamburkan. Langit terbelah, berguncang, terpecah, terbuka, dilenyapkan, dan digulung. Gunung-gunung dijalankan, dihancurkan, dan diratakan. Bumi diguncangkan, dihamparkan, serta mengeluarkan segala isinya dan menjadi kosong.

Unta-unta yang bunting ditinggalkan, binatang-binatang liar dikumpulkan, lautan meluap dan menyala-nyala, sementara umat manusia berlutut. Setiap umat dipanggil untuk menerima catatan amalnya.

Leher-leher manusia terasa kering karena kehausan, panas matahari, dan dahsyatnya hembusan napas makhluk yang berkumpul. Keringat pun mengucur hingga mencapai pinggang, mata kaki, bahkan daun telinga.

 

Loading...
Lihat di situs asli

Berita terkait