Nasional

Healing Forest, Cara Alami Atasi Stres dengan Terapi Hutan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hutan dinilai memiliki peran yang sangat krusial. Bukan hanya sekadar kawasan hijau, hutan juga dapat membantu menenangkan jiwa. Utamanya di tengah meningkatnya tekanan hidup masyarakat perkotaan dan ancaman...

30 Juni 2026, pukul 05:12 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hutan dinilai memiliki peran yang sangat krusial. Bukan hanya sekadar kawasan hijau, hutan juga dapat membantu menenangkan jiwa. Utamanya di tengah meningkatnya tekanan hidup masyarakat perkotaan dan ancaman triple planetary crisis (perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan pencemaran lingkungan).

Pakar lingkungan hutan dari IPB University, Prof Siti Badriyah Rushayati, mengatakan selain berfungsi sebagai penyerap karbon dan penjaga ekosistem, hutan juga berkontribusi langsung terhadap kesehatan manusia. Salah satunya melalui konsep healing forest atau terapi hutan.

Baca Juga

Berbagai penelitian menunjukkan paparan lingkungan hutan memberikan dampak positif terhadap kesehatan fisik maupun mental. Menurut dia, terapi hutan terbukti menurunkan tingkat stres dalam tubuh.

Seekor burung endemis Parotia Arfak (Parotia sefilata) bertengger di dahan pohon di areal hutan Pegunungan Arfak di Manokwari, Papua Barat, Senin (6/4/2026). Perhimpunan Pelestarian Burung Liar Indonesia (BirdLife Indonesia Association) mencatat hingga Januari 2026 terdapat 1.834 spesies burung di Indonesia, 538 spesies di antaranya merupakan burung endemis. - (ANTARA FOTO/Chairil Indra)

 

"Paparan udara hutan dapat meningkatkan aktivitas natural killer cells yang berperan melawan infeksi dan sel kanker. Selain itu, terapi hutan juga terbukti mampu menurunkan tingkat stres dan meningkatkan kesehatan mental," kata Prof Siti dalam keterangan tertulis, dikutip pada Selasa (30/6/2026).

la menjelaskan bahwa manfaat tersebut tidak terlepas dari keberadaan phytoncide, yakni senyawa volatil alami yang dihasilkan tumbuhan sebagai mekanisme pertahanan terhadap mikroorganisme, serangga, maupun tekanan lingkungan. Bagi manusia, senyawa ini memiliki berbagai manfaat kesehatan.

"Phytoncide memiliki sifat antioksidan yang dapat melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Paparan senyawa ini secara teratur juga dapat membantu menurunkan tekanan darah, mengurangi stres, dan meningkatkan kesejahteraan mental," ujar Prof Siti.

Sejumlah wisatawan melakukan pendakian atau jelajah hutan (jungle trekking) di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) yang berada dalam kawasan ekosistem leuser Bukit Lawang, Bohorok, Langkat, Sumatera Utara, Jumat (21/11/2025). - (ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas)

 

Meski demikian, Prof Siti mengatakan healing forest tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Lokasi terapi harus memenuhi sejumlah persyaratan, seperti tingkat kebisingan yang rendah, kualitas udara yang baik, kondisi medan yang aman, serta suasana yang mampu memberikan ketenangan bagi pengunjung.

"Dalam healing forest, seluruh panca indra harus dapat menyatu dengan alam. Jika tingkat kebisingan terlalu tinggi, proses relaksasi tidak akan berjalan optimal," kata dia.

Loading...
Lihat di situs asli

Berita terkait