Realisasi investasi Jakarta sepanjang Januari-September 2026 mencatatkan angka tertinggi secara nasional. Capaian sebesar Rp249,3 triliun tersebut berkontribusi sekitar 16,2 persen terhadap total investasi Indonesia.
Guna menjaga momentum pertumbuhan tersebut, Gubernur Pramono Anung menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperkuat kolaborasi dengan para investor. Langkah ini ditujukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing Jakarta menuju 20 besar kota global pada 2045.
Hal itu disampaikannya dalam acara High Tea Reception East Ventures x Jakarta City Government di Balairung, Balai Kota Jakarta, Senin (2/11/2026). Pertemuan ini menjadi ajang strategis untuk memperluas jejaring investasi dan memperkuat kemitraan dengan pelaku usaha serta ekosistem startup.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pramono menegaskan bahwa Jakarta memiliki fondasi ekonomi yang solid. Pada triwulan II 2026, ekonomi Jakarta tumbuh 5,52 persen-melampaui rata-rata nasional sebesar 5,29 persen-serta menyumbang 16,32 persen terhadap perekonomian nasional.
"Kinerja ekonomi Jakarta masih kuat. Hal ini terbukti dari pertumbuhan ekonomi triwulan II 2026 sebesar 5,52 persen, di atas nasional. Kontribusi kita terhadap perekonomian Indonesia juga mencapai 16,32 persen," ujar Pramono.
Menurutnya, peningkatan investasi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja, transfer teknologi, serta penguatan kapasitas UMKM. Ia menekankan bahwa Pemprov DKI sangat terbuka terhadap penanaman modal di pelbagai sektor strategis.
"Fokusnya bukan hanya besar nilainya. Peluang investasi Jakarta sangat luas, mulai dari transportasi terintegrasi, kawasan berorientasi transit, pengelolaan air dan sampah, ketahanan pesisir, kendaraan listrik, kesehatan, pariwisata, hingga infrastruktur digital," jelasnya.
Untuk itu, Pemprov DKI terus meningkatkan kemudahan perizinan dan layanan investasi terpadu guna menciptakan iklim usaha yang kondusif dan memberikan kepastian hukum bagi investor.
Dalam kesempatan tersebut, Pramono juga menyoroti peran strategis East Ventures dalam menghubungkan startup, talenta digital, dan UMKM lokal dengan akses permodalan serta jaringan bisnis global.
"Kami sangat terbuka untuk bekerja sama dengan East Ventures. Kami berharap kolaborasi ini berjalan baik sehingga semakin banyak pelaku usaha lokal yang mampu meningkatkan daya saing dan menjangkau pasar internasional," tambahnya.
Tak hanya investasi fisik dan digital, Pramono menilai penyelenggaraan kegiatan berskala internasional juga menjadi motor penggerak ekonomi kota yang signifikan bagi sektor perhotelan, kuliner, dan UMKM.
"Event internasional seperti konser The Weeknd dan Pestapora menyumbang dampak ekonomi sekitar Rp250 miliar, YE Live in Jakarta sekitar Rp450 miliar, dan Jakarta Running Festival sekitar Rp175 miliar. Dampak ini langsung dirasakan oleh sektor pariwisata hingga UMKM," papar Pramono.
Menanggapi keterbukaan Pemprov DKI, Co-Founder dan Managing Partner East Ventures, Wilson Cuaca, menyampaikan apresiasinya. Ia menilai Jakarta memegang posisi vital sebagai gerbang utama investasi di Indonesia.
"Jakarta memiliki sejarah yang sangat panjang; tahun ini memasuki 499 tahun dan tahun depan genap lima abad. Semua investor tahu bahwa untuk berinvestasi di Indonesia, pintu utamanya adalah melalui Jakarta," pungkas Wilson.
(rea/rir) Bagikan: URL berhasil disalin