TEHERAN -- Iran memperingatkan perang baru dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel tidak akan terbatas di kawasan Timur Tengah. Teheran bahkan mengancam akan memperluas medan pertempuran hingga Eropa jika Washington dan Tel Aviv kembali melancarkan serangan militer.
Ancaman tersebut disampaikan Manouchehr Mottaki, mantan Menteri Luar Negeri Iran yang kini menjadi anggota parlemen mewakili Teheran. Ia menegaskan, Iran tidak lagi akan membatasi jangkauan geografis serangan balasan jika perang kembali pecah.
"Jika perang lain pecah melawan Iran, perang itu akan meluas hingga ke Eropa. Dihilangkannya batasan geografis berarti rudal-rudal kami akan mampu menjangkau Eropa," ujar Mottaki sebagaimana dikutip media Iran.
Pernyataan Mottaki muncul sehari setelah Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei memerintahkan jajaran militer menyiapkan respons segera terhadap setiap kemungkinan serangan baru AS dan Israel. Khamenei secara khusus meminta militernya tidak membatasi cakupan geografis serangan balasan.
"Setiap tingkat atau jenis ancaman harus ditanggapi dengan respons yang segera, berdampak, dan tidak dibatasi secara geografis," demikian pernyataan Khamenei yang dipublikasikan melalui situs resminya.
Mottaki menilai instruksi tersebut merupakan pesan tegas bagi negara-negara yang memusuhi Iran maupun pihak-pihak yang memberikan dukungan kepada mereka.
Ia juga menuding sejumlah negara Eropa, termasuk Inggris, Italia, Portugal, dan Jerman, telah mengizinkan AS memanfaatkan pangkalan militer mereka untuk melancarkan serangan terhadap Iran.
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei berpose dengan senjata. - (X)
"Negara-negara ini turut terlibat dalam kejahatan yang dilakukan Amerika," katanya.
Ancaman perluasan perang itu mengisyaratkan kemungkinan Iran memperluas sasaran militernya hingga Eropa, Turki, dan kawasan Kaukasus Selatan apabila serangan baru dilancarkan. Pernyataan Khamenei yang menyebut segala tingkat dan jenis ancaman juga memunculkan kekhawatiran mengenai kemungkinan Iran mengambil tindakan sebelum serangan AS-Israel benar-benar terjadi.
Menurut kantor berita resmi Iran, IRNA, Khamenei menggelar pertemuan dengan sejumlah komandan militer senior pada Sabtu. Pertemuan tersebut membahas kesiapan angkatan bersenjata menghadapi kemungkinan operasi militer baru dari AS dan Israel.
Media pemerintah Iran melaporkan, Khamenei meminta daftar sasaran potensial AS dan Israel diperbarui. Daftar tersebut harus mencakup segala jenis aset, baik fisik maupun nonfisik.
Ia juga menegaskan Iran akan menentukan sendiri kapan perang berakhir.
"Jika musuh-musuh Iran kembali melancarkan serangan militer atau teroris, maka Angkatan Bersenjata Republik Islam dan bangsa Iran-lah yang akan menentukan kapan dan dalam kondisi seperti apa serangan-serangan tersebut akan berakhir," ujarnya.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika