REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa Iran mendukung terwujudnya Pakta Pertahanan Makkah antara Turki, Pakistan, dan Arab Saudi. Pakta itu bisa menjadi cerminan atas persatuan Islam.
"Kami menyambut Perjanjian Makkah, Presiden Iran menyatakan bahwa Iran senantiasa meyakini persatuan dan solidaritas negara-negara Islam dapat mencegah rezim Israel menyerang negara Muslim dengan mudahnya," demikian pernyataan dari Kepresidenan Iran, pada Senin (31/8).
Baca Juga- Serangan AS ke Pulau Larak, Benarkah Iran Menebar Ranjau Laut ke Selat Hormuz dengan Roket?
- Dituding Jadi Fasilitator Iran, AS akan Putus Akses Banque Misr UEA dari Sistem Keuangan Global
- Kembali Diserang AS, Iran tak Diam, Gempur Posisi Militer Paman Sam di Yordania
Menurut pernyataan itu, Iran berharap agar sejumlah negara di kawasan serta negara Muslim lain dapat berpartisipasi, serta memperluas kerja sama di bidang pertahanan, politik, ekonomi, dan budaya.
Sebelumnya pada 24 Agustus 2026, Iran menyatakan belum menerima undangan resmi untuk bergabung ke Pakta Pertahanan Mekkah. Namun Teheran telah menerima tawaran dialog dalam isu terkait keamanan kolektif di Timur Tengah.
Pakta Pertahanan Bersama Makkah yang diteken pada 7 Agustus menjadi dasar penguatan kerja sama deterensi kolektif. Serangan bersenjata terhadap salah satu pihak dianggap sebagai serangan terhadap seluruh anggotanya.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika