REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL - Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, memperingatkan bahwa tidak ada serangan atau ancaman terhadap Iran yang akan dibiarkan tanpa balasan menyusul serangan AS di bagian selatan negara itu. Iran mengingatkan sejarah tentang hancurnya ‘orang asing’ yang mengganggu di Teluk Persia.
"Meskipun kalah di medan perang, AS memilih untuk menguji tekad kami," kata Araghchi dalam sebuah unggahan di akun media sosial X, Rabu (10/6/2026).
Baca Juga- Belajar dari Iran, Begini Cara Bertahan di Tengah Darurat Ekonomi
- Iran Marah Usai Dibom, Araghchi Beri Peringatan ke AS: Tinggakan Wilayah Kami Jika Ingin Aman!
- Iran Bantah Tudingan Terlibat dalam Jatuhnya Apache, Janji Balas Serangan Semena-mena AS
"Angkatan bersenjata kami yang kuat tidak akan membiarkan serangan atau ancaman apa pun tanpa balasan," tambahnya, sambil memperingatkan AS untuk "meninggalkan wilayah kami jika Anda ingin aman."
"Sejarah Teluk Persia memiliki banyak bab tentang nasib buruk para pendatang asing yang mengganggu," katanya.
View this post on Instagram
Sebelumnya, media Iran melaporkan ledakan dan serangan proyektil di Pulau Qeshm, Sirik, Minab, dan Jask di provinsi Hormozgan selatan, sementara pertahanan udara diaktifkan di Bandar Abbas, Qeshm, dan Sirik. Televisi pemerintah Iran kemudian mengatakan gelombang serangan yang dilaporkan telah mereda dan situasinya telah menjadi ‘hampir tenang’.
Perkembangan itu terjadi setelah Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan bahwa pasukan Amerika telah mulai melancarkan serangan "pertahanan diri" terhadap Iran sebagai tanggapan atas jatuhnya helikopter Apache Angkatan Darat AS dalam insiden sebelumnya.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika sumber : Antara