REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Markas Besar Khatam al-Anbiya pada Sabtu (20/6/2026) mengumumkan bahwa Selat Hormuz "akan kembali ditutup." Alasan penutupan merujuk pada "pelanggaran" komitmen oleh Amerika Serikat (AS) dan berlanjutnya pelanggaran gencatan senjata oleh Israel di selatan Lebanon.
Dalam pernyataan yang diumumkan lewan Press TV dilansir Anadolu, Khatam al-Anbiya mengatakan, keputusan diambil menyusul pelanggaran dan komitmen dan pelanggaran kepercayaan" lewat tidak diimplementasikannya Pasal 1 Nota Kesepahaman yang ditandatangani pekan lalu yang bertujuan untuk mengakhiri perang. Khatam al-Anbiya juga meneyoroti "berlanjutnya pelanggaran gencatan senjata oleh rezim Israel di selatan Lebanon" dan kegagalan pasukan pendudukan Israel untuk menarik diri dari wilayah selatan Lebanon.
Baca Juga- KPK Putuskan tak Lanjutkan Penyelidikan Kasus Korupsi MBG
- Aljazair Ajukan Protes Resmi ke FIFA: Messi Harusnya Dapat Kartu Merah
- Motor Program MBG Diusulkan Disumbangkan ke Guru, JPPI: Barang Bermasalah Jangan Jadi Hadiah
"Dengan initially dideklerasikan bahwa Selat (Hormuz) akan ditutup untuk perlintasan kapal-kapal," demikian pernyataan Khatam al-Anbiya.
Lihat postingan ini di InstagramLoading... Ikuti Whatsapp Channel Republika