Nasional

IRIS 2027 Bidik 10 Ribu Pengunjung, Siapkan Edukasi Investasi untuk Anak Muda

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Naganaya Indonesia bersiap menggelar Indonesia Retail Investor Summit (IRIS) 2027 pada Januari mendatang dengan target lebih dari 10 ribu pengunjung. Mengusung tema The New Money Mindset, acara...

12 Oktober 2026, pukul 21:07 WIB · dibaca 2 kali

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Naganaya Indonesia bersiap menggelar Indonesia Retail Investor Summit (IRIS) 2027 pada Januari mendatang dengan target lebih dari 10 ribu pengunjung. Mengusung tema The New Money Mindset, acara ini dirancang untuk mempertemukan pelaku industri investasi dan keuangan sekaligus memperluas edukasi investasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

Presiden Direktur PT Naganaya Indonesia Aditya Adiguna mengatakan, IRIS dikembangkan sebagai platform yang mempertemukan berbagai pihak dalam ekosistem investasi. Menurut dia, Indonesia membutuhkan wadah yang dapat menghubungkan pelaku industri, regulator, komunitas, dan masyarakat yang memiliki ketertarikan terhadap investasi.

“Ini adalah sebuah event pertama yang kami selenggarakan. Kami melihat bahwa ini saat yang tepat untuk Indonesia punya sebuah platform event yang bisa mewadahi teman-teman yang memang punya interest di dunia investasi,” ujar Aditya di Jakarta, Jumat (9/10/2026).

Dalam penyelenggaraan perdana ini, Naganaya Indonesia menargetkan lebih dari 100 perusahaan sebagai peserta pameran dengan menyiapkan sekitar 120 booth. Peserta diharapkan berasal dari berbagai sektor yang berkaitan dengan pengembangan ekosistem investasi, termasuk perusahaan yang ingin memperkenalkan bisnis dan layanannya kepada masyarakat.

Selain pameran, IRIS 2027 akan menghadirkan lokakarya yang diisi para ahli serta program aktivasi komunitas. Penyelenggara juga berencana menghadirkan regulator sebagai narasumber untuk memberikan informasi terkini mengenai regulasi dan aturan di sektor investasi.

Aditya menilai, kehadiran regulator penting agar masyarakat memperoleh pemahaman yang tepat mengenai instrumen investasi dan ketentuan yang berlaku. Dengan begitu, masyarakat diharapkan dapat mengenali pilihan investasi serta lebih waspada terhadap penawaran investasi ilegal.

Menurut Aditya, peningkatan aktivitas investasi masyarakat sejak pandemi Covid-19 menjadi salah satu latar belakang pengembangan acara tersebut. Naganaya juga melihat momentum penyelenggaraan IRIS seiring dengan terbitnya sejumlah regulasi baru di sektor jasa keuangan.

Pada tahap awal, IRIS akan berfokus pada segmen business-to-consumer (B2C), dengan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai berbagai instrumen investasi dan cara memilih platform yang tepat. Ke depan, penyelenggara berencana memperluas cakupan acara ke segmen business-to-business (B2B).

Aditya mengatakan, edukasi diperlukan karena sebagian masyarakat masih mengaitkan investasi dengan penipuan atau investasi bodong. Melalui IRIS, penyelenggara ingin membantu masyarakat memahami investasi secara lebih baik agar dapat mengambil keputusan keuangan dengan informasi yang memadai.

Penyelenggaraan IRIS 2027 diharapkan dapat mempertemukan regulator, asosiasi, komunitas, perusahaan, dan masyarakat dalam satu platform. Melalui pameran dan kegiatan edukasi, acara ini ditujukan untuk memperluas pemahaman publik mengenai ekosistem investasi di Indonesia.

Lihat di situs asli

Berita terkait